01/05/2026
AktualKesehatan

Serba-Serbi Skoliosis pada Lansia dan Penanganannya

Kondisi ini pun turut memengaruhi organ jantung dan paru. Pada kasus yang parah, bisa terjadi gangguan fungsi jantung.

Menurut Dr. dr. Phedy, Sp.OT, penanganan skoliosis pada lansia cukup kompleks. Selain karena faktor usia, juga karena ada penyakit penyerta (komorbid) sehingga penanganannya perlu dilakukan dengan sangat hati-hati.

Jadi ketika ditangani, semisal operasi dengan pemasangan pen, maka masalah penyertanya itu harus ditangani dulu,” katanya.

Misalnya, osteoporosis, maka kondisi ini harus ditangani dulu. Kalau tidak, pen yang akan dipasang justru akan memperburuk kondisi osteoporisnya.

Atau juga semisal artritis tulang belakang. Yaitu kondisi peradangan pada sendi tulang belakang yang dapat menyebabkan nyeri dan perubahan bentuk tulang.

Skoliosis degeneratif pada orang tua sering kali disertai dengan gangguan kesetimbangan tubuh, baik ke samping maupun ke belakang sehingga tubuh penderita tampak miring ke samping dan bungkuk ke depan,” ucapnya.

Dikatakan, gejala skoliosis pada lansia dapat bervariasi. Tergantung tingkat keparahannya. Biasanya, tubuh terlihat semakin miring ke samping atau semakin membungkung. Bagian punggungnya  terasa nyeri begitu kronis.

Bisa juga postur tubuh yang tidak simetris, seperti bahu atau pinggul yang lebih tinggi dari sisi lainnya.

Leave a Comment