Sido Muncul juga memperoleh Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN untuk memastikan penggunaan energi listrik berasal dari sumber terbarukan.
Penggunaan REC dari PLN memberikan kontribusi signifikan dalam menekan emisi cakupan 2 yaitu emisi tidak langsung dari pembangkit energi yang dibeli oleh perusahaan.
Meski membutuhkan biaya lebih tinggi, langkah ini dianggap sepadan dengan dampak positif yang dihasilkan terhadap lingkungan.
Selain itu, Sido Muncul juga memanfaatkan ampas jamu sebagai bahan bakar biomassa untuk boiler, menggantikan sebagian penggunaan solar, juga memasang PLTS untuk menghasilkan listrik dari energi surya, mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional,” ucapnya.
Fokus manajemen saat ini adalah pada pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT), sebagai upaya menjaga keseimbangan alam dan memastikan keberlanjutan bahan baku.
Perusahaan mencatat penurunan emisi karbon sebesar 91% selama 2024. Dibandingkan pada tahun 2021, jauh melampaui target awal perusahaan yang hanya 14%. Dari capaian tersebut, 61% kontribusi berasal dari penggunaan biomasa sebagai sumber energi.
“Kami sudah menerapkan zero waste, jadi tidak ada limbah. Semua limbah jamu kami sulap jadi energi,” tutup Irwan.
