Manager Energi dan Produksi PT Sido Muncul Iwan Setyo Nugroho yang hadir sebagai narasumber dalam kesempatan itu memaparkan proses penggunaan EBT (Energi Baru Terbarukan) sejak awal, termasuk strategi, capaian, dan hambatan di dalam pelaksanaannya.
Sementara itu, pihak IESR memaparkan potensi penggunaan PLTS atap pasca Permen itu bergulir, dan dari pihak ESDM memaparkan target bauran EBT di Jawa Tengah yang tidak tercapai.
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menyampaikan pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dalam hal penggunaan PLTS atap on-grid. Ia meyakini setiap kebijakan yang diambil pemerintah pasti memiliki alasan tertentu.
“Saya apa saja yang dilakukan oleh pemerintah, saya dukung, pasti pemerintah punya alasan. Sido Muncul tidak pernah mengkritik aturan baru ESDM tersebut, malah mendukung. Nggak ada itu kritik, Iwan hanya memaparkan, bukan mengkritisi,” kata Irwan di kantornya, Jumat, 28 November 2025.
Irwan Hidayat perlu menegaskan hal tersebut karena ada berita online yang salah menafsirkan pemaparan yang disampaikan Iwan.
Berita itu menyebutkan bahwa Sido Muncul mengkritik aturan baru dalam Permen tersebut. Iwan memaparkan dampak kebijakan itu pada industri, yang oleh media tersebut dipersepsikan mengkritisi. Padahal tidak demikian.
“Jadi dalam presentasi itu, kami tidak mengkritik. Kami hanya bilang kalau insentif PLTS hilang insentifnya, tidak banyak orang yang akan investasi. Tetapi sekali lagi itu bukan mengkritik, itu paparan,” tegas Irwan.
Dalam sesi tanya jawab, Iwan Nugroho menjawab mengenai insentif untuk industri yang mengimplementasikan energi terbarukan. Dikatakan, sejauh ini insentif yang diberikan oleh pemerintah masih sebatas apresiasi.
