Syahda Maulida P., Associate dari ANGIN Advisory mengingatkan, perempuan adalah setengah dari jiwa kita. Ketika seorang ibu atau istri sakit, suami dan anak-anaknya ikut merasakan sakit yang sama.
“Hari ini mereka tampak sehat, namun besok bisa tiba-tiba harus dirawat. Karena itu, menjadikan eradikasi kanker serviks sebagai cita-cita bersama adalah langkah yang wajib kita perjuangkan,” tukasnya.
Kehadiran HerLens ini disambut positif karena teknologi yang inklusif ini dapat menjembatani kesenjangan layanan antara daerah kota dan rural.
“Komersialisasi inovasi kesehatan penting agar solusi yang kita bangun dapat berkelanjutan. Banyak inovasi sosial yang tumbuh menjadi bisnis, dan justru melalui model tersebut dampaknya bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas,” kata dr. Siti Nadia Tarmizi.
Melalui BrightHer Talkshow, HerLens menegaskan komitmennya untuk terus mendorong skrining kanker serviks berbasis AI sebagai bagian dari strategi nasional eliminasi kanker serviks.
HerLens percaya target Indonesia menuju eliminasi kanker serviks bukan sekadar wacana, melainkan tujuan yang bisa dicapai secara terukur dan berkelanjutan.
Karena itu, kolaborasi lintas sektor, dukungan kebijakan, serta pemanfaatan teknologi kesehatan yang tepat guna, sangat penting.
