5.7 C
New York
26/04/2026
AktualKesehatan

Talkshow BrightHer 2025: Kolaborasi AI dan Kesehatan Perempuan untuk Mendorong Akses Skrining Kanker Serviks di Indonesia

Caranya dengan mengoleskan larutan asam cuka (asam asetat) ke mulut rahim. Jika ada sel abnormal, akan muncul bercak putih yang menandakan kemungkinan adanya kanker atau pra-kanker.

Di sinilah teknologi AI (Artificial Intelligence) HerLens hadir sebagai solusi. Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan, HerLens membantu meningkatkan akurasi interpretasi hasil IVA.

Dengan memanfaatkan kamera smartphone, tenaga kesehatan dapat mengambil keputusan klinis yang lebih cepat, konsisten, dan tepat, baik di wilayah perkotaan maupun daerah dengan akses layanan terbatas.

HerLens adalah startup teknologi kesehatan yang mengembangkan AI untuk meningkatkan akurasi pemeriksaan deteksi dini kanker serviks melalui kamera smartphone.

Startup ini menghadirkan solusi skrining yang akurat, cepat, dan dapat diakses oleh perempuan di seluruh Indonesia.

Ada pun BrightHer adalah inisiatif HerLens yang bekerja sama dengan Female Cancer Program Jakarta dan FKUI–RSCM untuk memperluas akses skrining kanker serviks berbasis teknologi AI.

Caranya bisa melalui pelatihan, kegiatan lapangan, dan atau edukasi publik, baik di wilayah urban maupun rural.

Nidya Anifa, Co-Founder dari HerLens,  mengatakan penyebab kanker hampir semuanya tidak diketahui. Kecuali kanker serviks yang 90% disebabkan oleh virus HPV.

“Karena itu, jangan ragu-ragu. Yuk kita ajak perempuan di sekeliling kita, teman kita, sahabat kita, ibu kita, tante kita, untuk mau melakukan skrining dengan co-testing HPV DNA dan IVA,” ucapnya.

Leave a Comment