Ia pun berpesan agar para mahasiswa terus meningkatkan silaturahmi, lebih peka lingkungan, tingkatkan solidaritas sejawat dan cerdas hukum dengan cara memahami UU Kesehatan dan hak-hak perlindungan tenaga kesehatan.
“Satu nakes terluka, semua nakes berduka. Mari saling menjaga. Ketegasan bukan berarti arogansi, kelembutan bukan berarti kelemahan,” tutup dr Rumaisah kepada ratusan mahasiswa Islam (HMI) yang mengikuti talkshow ini.
Menurunkan kualitas pelayanan
Kekerasan pada nakes, menurut dr. Rumaisah, akan menurunkan kualitas pelayanan kesehatan. Seperti dokter enggan menangani kasus sulit karena takut dituntut atau diamuk.
Atau bisa juga dokter menjadi dingin saat menangani pasien. Tentu saja pasien yang membutuhkan menjadi pihak yang dirugikan.
Kajian Silahturami HMI ini bertujuan untuk memperkuat kesolidaritasan, kebersamaan, dan persaudaraan yang lebih harmonis antar generasi, dengan dilandasi kepekaan terhadap lingkungan sekitar sehingga tercipta sinergi dalam mewujudkan tujuan bersama.
Selain itu, menciptakan kepekaan, bukan sekedar empati personal, melainkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar secara holistik.
Dengan sikap peka ini, individu diharapkan mampu membaca situasi dan memahami persoalan yang dihadapi bersama sehingga sinergi akan menguat untuk bertanggungjawab, bergerak bersama, dan berkolaborasi.
