17/04/2026
AktualHukum

Kekerasan Terhadap Tenaga Kesehatan, Ketum Perdosri: Lapor ke Pihak Berwajib!

KASIHMI adalah Kajian Silaturahmi HMI Komisariat Kedokteran Universitas Hasanuddin. Kajian ini bertema “Memperkuat Sinergi dan Kepekaan melalui Silaturahmi Interaktif Guna Mewujudkan Generasi Kolaboratif”.

“Data dari IDI ini menunjukkan bahwa ini bukan masalah sporadis, melainkan krisis sistemik, yang membutuhkan respon kolektif dan struktur dari kita semua,” ucap dr. Rumaisah.

Akar permasalahan

Menurut dr. Rumaisah, ada beberapa hal yang menyebabkan kekerasan terhadap nakes kerap terjadi.

    1. ekspektasi yang tidak realistis. Masyarakat sering mengharapkan kesembuhan instan, tidak memahami bahwa kedokteran adalah seni yang penuh keterbatasan, bukan sulap.
      Film dan sinetron medis yang tidak sesuai dengan kemampuan dokter turut mempengaruhi ekspektasi yang diharapkan masyarakat.
    2. Terjadinya gap komunikasi antara medis dan masyarakat awam. Bahasa medis yang terlalu teknis menciptakan jarak dengan pasien dan keluarga. Ketika bad news disampaikan tanpa empati dan terburu-buru, kesalahpahaman mudah terjadi. Emosi pun meledak.
    3. Beban ekonomi kesehatan. Biaya kesehatan yang tinggi, sistem jaminan yang rumit dan ketidakpastian finansial, membuat keluarga pasien mudah tersulut amarah. Dokter sering mengalami sasaran kemarahan yang sebenarnya ditujukan kepada sistem.
    4. Erosi kepercayaan publik. Berita-berita tentang malpraktik, oknum yang tidak profesional, dan viral kasus medis, mengikis kepercayaan masyarakat terhadap profesi medis secara umum. Dampaknya, tenaga kesehatan menanggung akibat dari perilaku segelintir oknum medis.

Leave a Comment