Proyek film ini diproduseri oleh kolaborasi tiga nama besar di dunia perfilman Indonesia: Prilly Latuconsina, Umay Shahab, dan Bryan Domani.
Ia pun dihadapkan pada pilihan sulit: mengungkap penyakitnya untuk menyelamatkan keluarga, atau membiarkan dirinya semakin jauh dari orang-orang yang ia cintai.
Peran dan konflik antar anggota keluarga ini dipertunjukkan dengan sangat menyentuh, menampilkan perjuangan seorang ayah, ibu, dan anak dalam menghadapi kenyataan pahit.
Meski kisah keluarga ini sempat tercerai berai, namun cerita cinta keluarga ini berakhir bahagia. Hanggini selalu menggantungkan harapan dalam doa-doanya. Setelah melewati masa-masa sedu sedan, senyum bahagia pun mengukir indah.
Film yang juga dibintangi Ge Pamungkas, Dinda Kanya, Enno Lerian, Marcell Darwin, Slamet Rahardjo, dan Arswendy Bening Swara, ini menjanjikan perjalanan penuh emosional. Mengingatkan penonton akan pentingnya keluarga, pengorbanan, dan harapan.
Kita diajak untuk menyelami perjuangan yang mengharukan dan momen-momen penuh cinta. Bagaimana peran penting caregiver yang penuh empati membangun kembali rasa percaya pejuang ALS.
Proyek film ini diproduseri oleh kolaborasi tiga nama besar di dunia perfilman Indonesia: Prilly Latuconsina, Umay Shahab, dan Bryan Domani.
Kami berharap film ini bisa menjadi pelukan hangat bagi semua caregiver dan mereka yang merawat orang sakit. Semoga film ini menjadi representasi yang baik dan memberi kekuatan,” ucap Umay Shaba.
“Film ini juga menjadi cermin bagaimana kita mengelola konflik dan komunikasi dalam keluarga, yang sangat relevan bagi siapa saja yang ingin menjaga cinta tetap utuh,” kata Vino G. Bastian.
