10 C
New York
21/04/2026
AktualFilm

Hanya Namamu Dalam Doaku, tentang Cinta Pejuang ALS yang Tak Pernah Padam

Di sinilah konflik keluarga mulai terjadi. Hanggini menduga Arga tengah berselingkuh dengan mantan pacarnya di SMA itu. Arga pun mengakui jika dirinya berselingkuh. Pertengkaran pun tidak bisa dihindarkan.

Sebagai seorang isteri yang mencintai suaminya, tentu saja Hanggini tidak rela jika harus berpisah dengan tanpa sebab. Ia merasa semua baik-baik saja. Kehadiran Marissa membuat kebahagiaan yang sudah terbangun runtuh seketika.

Sebagai anak, Nala tidak bisa berbuat banyak. Anak perempuan yang semula memcintai ayahnya berubah membencinya. Ia merasa dikhianati hingga kehilangan semangat mengejar mimpinya meraih beasiswa.

Dalam hitungan hari, kondisi kesehatan Arga kian memburuk. Tubuhnya mulai melemah dan ia sadar waktunya mungkin tidak banyak lagi.

Ia pun dihadapkan pada pilihan sulit: mengungkap penyakitnya untuk menyelamatkan keluarga, atau membiarkan dirinya semakin jauh dari orang-orang yang ia cintai.

Peran dan konflik antar anggota keluarga ini dipertunjukkan dengan sangat menyentuh, menampilkan perjuangan seorang ayah, ibu, dan anak dalam menghadapi kenyataan pahit.

Meski kisah keluarga ini sempat tercerai berai, namun cerita cinta keluarga ini berakhir bahagia. Hanggini selalu menggantungkan harapan dalam doa-doanya. Setelah melewati masa-masa sedu sedan, senyum bahagia pun mengukir indah.

Film yang juga dibintangi Ge Pamungkas, Dinda Kanya, Enno Lerian, Marcell Darwin, Slamet Rahardjo, dan Arswendy Bening Swara, ini menjanjikan perjalanan penuh emosional. Mengingatkan penonton akan pentingnya keluarga, pengorbanan, dan harapan.

Kita diajak untuk menyelami perjuangan yang mengharukan dan momen-momen penuh cinta. Bagaimana peran penting caregiver yang penuh empati membangun kembali rasa percaya pejuang ALS.

Leave a Comment