Ia juga menyoroti perlunya implementasi undang-undang dan kebijakan yang lebih tegas serta berpihak pada korban, agar proses hukum berjalan efektif dan memberikan keadilan.
Esensi dari semangat Kartini adalah keberanian perempuan untuk menyuarakan pendapat, keluar dari zona nyaman, serta menyadari dan menolak segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga.
Di akhir pernyataannya, Giwo menyampaikan pesan kepada seluruh perempuan Indonesia untuk terus menanamkan semangat Kartini dalam kehidupan sehari-hari.
“Selamat Hari Kartini. Mari kita berani menyatakan pendapat, terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri, serta saling bekerja sama untuk maju bersama. Di era digital ini, kita harus mampu memanfaatkan teknologi, bukan justru dimanfaatkan.”
Peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan kembali bahwa perjuangan emansipasi belum selesai. Keberanian, solidaritas, dan dukungan sistemik menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman dan setara bagi perempuan di Indonesia.
Film Suamiku Lukaku bercerita tentang Amina (Acha Septriasa), seorang ibu yang menjalani kehidupan yang sulit, menikah dengan Irfan (Baim Wong), sosok yang terlihat baik di depan orang lain, tapi menakutkan di dalam rumah.
Saat kondisi anak mereka, Nadia (Azkya Mahira), semakin memburuk dan nyawanya terancam, Amina harus bertahan dalam kekerasan dan ketakutan setiap hari, tanpa ada yang benar-benar melihat penderitaannya.
Ketika ia bertemu Zahra (Raline Shah), seorang pengacara yang berani memperjuangkan hak perempuan, muncul harapan untuk bebas. Tapi kebebasan selalu ada harganya. Di dunia di mana kebenaran harus dibayar mahal, seberapa jauh seorang ibu akan berjuang demi anaknya?
Suamiku Lukaku yang mulai tayang 27 Mei 2026 di seluruh jaringan bioskop XXI adalah kisah yang kuat dan penuh emosi tentang perjuangan, keberanian, dan kebebasan.
