7.5 C
New York
22/04/2026
AktualFilm

Semangat Kartini di Film “Suamiku, Lukaku”, Giwo Rubianto Ajak Perempuan Berani Lawan KDRT

Banyak perempuan yang mengalami tekanan mental atau ketergantungan finansial tanpa menyadari bahwa hal tersebut termasuk dalam bentuk kekerasan.

“Kadang kita hanya melihat luka fisik, padahal kekerasan psikis dan ekonomi juga sangat berdampak besar terhadap kehidupan perempuan,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan mengenai rendahnya angka pelaporan, Giwo menilai bahwa faktor utama adalah stigma sosial dan ketakutan akan rusaknya rumah tangga.

“Masih banyak yang menganggap KDRT sebagai urusan domestik. Padahal ini bukan sekadar masalah internal, ini menyangkut keselamatan bahkan nyawa seseorang,” tegasnya.

Ia menambahkan perempuan seharusnya merasa aman dan nyaman di dalam keluarga, yang sejatinya menjadi tempat perlindungan utama, bukan justru sumber kekerasan.

“Semangat Kartini adalah keberanian. Perempuan harus berani menyatakan bahwa dirinya mengalami kekerasan, dan tidak boleh lagi menganggap hal itu sebagai sesuatu yang harus disembunyikan,” ujarnya.

Budaya ini kerap membuat korban KDRT merasa tertekan untuk diam. Kekerasan pun sering dianggap sebagai aib keluarga yang harus ditutup rapat demi menjaga keharmonisan rumah tangga, meskipun pada kenyataannya justru merusak keselamatan dan kesejahteraan korban.

Giwo menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab besar dalam melindungi perempuan dari kekerasan. Aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun pengadilan, harus memberikan respons cepat dan berpihak pada korban.

Pengaduan harus diterima secara serius, tidak boleh dianggap remeh atau ditunda-tunda. Ini bukan sekadar urusan rumah tangga, ini urusan kemanusiaan,” ujarnya.

Leave a Comment