23 C
New York
18/04/2026
AktualNasional

Refleksi Hak Anak Tahun 2025: Anak Indonesia Hadapi Krisis Ganda Digital dan Iklim

Sayangnya, kesadaran ini tidak dibarengi dengan keterampilan untuk merespons secara aman dan sehat.

“Anak-Anak tahu risiko di ruang digital, tapi mereka bingung harus berbuat apa. Literasi digital saja tidak cukup” ucap Tata Sudrajat, Senior Director Advocacy, Campaign & Goverment Relation Save the Children Indonesia.

Ia menegaskan anak membutuhkan penguasaan kompetensi digital yang utuh, pendampingan orang tua, serta dukungan kesehatan mental yang memadai,” tegas Dessy Kurwiany Ukar, CEO Save the Children Indonesia.

Di saat yang bersamaan, anak-anak juga menghadapi krisis lain yang tak kalah mengkhawatirkan. Laporan Voluntary National Review SDG’s Tahun 2025 menunjukan krisis iklim telah merenggut hak hak anak.

Dampak krisis iklim mengganggu pola makan dan kesehatan anak, menurunkan pendapatan keluarga, dan meningkatkan risiko perlindungan terutama dalam situasi bencana.

Save the Children melanjutkan kajian bersama dengan Humanitarian Forum Indonesia pada Desember 2025.

Hasilnya, kecukupan air bersih di lokasi pengungsian masih belum merata, berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi anak dan keluarga.

Banyak fasilitas kesehatan terdampak dan tidak mampu melayani secara optimal, sementara kebutuhan balita, ibu hamil dan menyusui belum terpenuhi secara memadai.

Leave a Comment