Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sumba Timur, Drs Khristofel Praing, M.Si menyampaikan apresiasinya atas capaian proyek I-COPE dengan dukungan finansial dari Uni Eropa.
“Terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Uni Eropa dan WVI selama pandemi COVID-19,” kata Khristofel Praing.
Dikatakan, alat pelindung diri yang disediakan sangat membantu tenaga kesehatan. Bantuan proyek tidak hanya membantu dalam penanganan Covid-19 tetapi juga penanganan bencana Seroja.
Senada dengan itu, Bupati Halmahera Utara, Ir. Frans Manery menyatakan, di masa pandemi, proyek I-COPE yang didanai oleh Uni Eropa sangat membantu warga di Halmahera Utara dalam mitigasi dan penanganan kasus Covid-19.
“Pemberian alat pelindung diri dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan kami membuat lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan di tengah pandemi,” tutur Frans Manery.
Frans Manery menjelaskan, proyek ini turut berkontribusi memperkuat sistem kesehatan, mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi Covid-19 dan mendukung pemulihan.
Secara langsung proyek I-COPE memberikan manfaat kepada sekitar 1.1 juta orang termasuk 12.000 kelompok rentan di DKI Jakarta, Surabaya, Sumba Barat Daya, Sumba Timur, Ternate, dan Halmahera Utara.
“Proyek ini juga memberikan bantuan kepada kelompok rentan yang terkena dampak siklon tropis Seroja yang melanda Sumba Timur pada April 2021, termasuk distribusi alat pelindung diri kepada tenaga kesehatan dan masker kepada 2.000 KK untuk mengantisipasi peningkatan jumlah kasus Covid-19,” katanya.
peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal, terutama dalam upaya pencegahan penularan dan penanganan pandemi di wilayahnya masing-masing.
“Semua hal ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Angelina Theodora.
International Program & Grant Director, World Vision Netherlands, Marijke Zimba, menyatakan bahwa pandemi Covid-19 telah menghadirkan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi sistem kesehatan masyarakat dan stabilitas ekonomi kita.
Melalui dukungan dan kerjasama dengan Uni Eropa, proyek I-COPE mampu berkontribusi dalam membatasi penyebaran virus dan memperkuat sistem kesehatan di Indonesia.
Fokus pada langkah-langkah mitigasi jangka pendek serta fokus jangka panjang pada peningkatan pelayanan kesehatan dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak telah memungkinkan terciptanya lingkungan di mana masyarakat dapat mengatasi dampak sosial-ekonomi dari Covid-19 secara efektif.
Duta Besar Uni Eropa Vincent Piket menjelaskan proyek I-COPE merupakan bagian dari paket ‘Team Europe’ dengan total anggaran sebesar €200 juta (Rp3,5 triliun) untuk membantu Indonesia dalam menangani pandemi Covid-19 serta dampak ekonomi dan sosial yang ditimbulkannya.
