JAKARTA (Pos Sore) — Setelah selama lebih dari 2 tahun kita menghadapi pandemi Covid-19, akhirnya Uni Eropa (UE), World Vision Netherlands, dan Wahana Visi Indonesia menutup proyek dua tahun “Indonesia Covid-19 Pandemic Emergency Responses (I-COPE)”, Kamis 21 Juli 2022.
Proyek tersebut hasil kerja sama pemerintah dengan pihak swasta, hingga lembaga donor dan kemanusiaan untuk menanggulangi dan meminimalisir dampak bencana global tersebut bagi masyarakat.
Program Tanggap Covid-19 Uni Eropa dan World Vision ini untuk meningkatkan ketahanan dan mata pencaharian warga rentan di Indonesia.
Proyek ini berkontribusi dalam membatasi penyebaran Covid-19 dan mengurangi dampaknya bagi anak-anak dan keluarga rentan di Indonesia.
Dilaksanakan di 90 desa di 6 kabupaten/kota di Indonesia, yaitu DKI Jakarta, Surabaya di Provinsi Jawa Timur, Sumba Barat Daya dan Sumba Timur di Provinsi Nusa Tenggara Timur, serta Ternate dan Halmahera Utara di Provinsi Maluku Utara.
Melalui koordinasi yang didukung oleh mitra lokal, pemerintah daerah dan nasional, proyek I-COPE berhasil mencegah dan mengendalikan pandemi COVID-19 di berbagai daerah di Indonesia.
Penutupan proyek tersebut digelar secara virtual dan dihadiri oleh Walikota Ternate, Bupati Sumba Timur, Bupati Halmahera Utara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, dan perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
Hadir juga Dinas Pertanian Kabupaten/Kota, Dinas UMKM Kabupaten/Kota, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat Kabupaten/Kota, Satgas Covid-19, Organisasi Masyarakat Sipil, akademisi, dan media.
Sementara itu, Kepala Kerjasama Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia hadir mewakili Uni Eropa.
Hadir sebagai narasumber yaitu Irene Marbun, Operations Director Wahana Visi Indonesia, Thibaut Portevin, Head of Cooperation, EU Delegation to Indonesia and Brunei Darussalam.
Selain itu, Drs. Ridwan Mubarun, M.Si. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Surabaya, Umbu N Ndamu,SH.M,si, Asisten Pemerintah dan Kesra Kabupaten Sumba Timur, NTT, dan dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH, Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI.
