Meski baru menjangkau seperempat dari target, pemerintah optimistis percepatan yang dilakukan mampu memenuhi sasaran.
Tantangan terbesar terletak pada kecepatan membangun infrastruktur dapur, memastikan kualitas distribusi, serta menanamkan kesadaran gizi di kalangan keluarga.
Jika ketiga aspek ini berjalan beriringan, MBG bisa menjadi fondasi kuat bagi generasi yang lebih sehat sekaligus perekonomian yang lebih tangguh.
Sementara itu, Tim Pakar BGN Ikeu Tanziha mengemukakan meski stunting saat ini sudah turun di bawah 20 persen dan telah sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), namun di beberapa provinsi angka stunting justru meningkat.
Karena itu, pemberian MBG menjadi salah satu upaya yang tepat dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat di 1.000 HPK.
Artinya, upaya untuk penurunan stunting itu harus terus dilakukan, dan komitmen pemerintah harus terus didorong untuk mencapai Indonesia Emas tahun 2045.
Karena itu, Presiden mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 83 tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional, yang salah satu mandatnya yakni meningkatkan status gizi dan kesehatan anak,” ujarnya.
