“Bukan hanya sebagai penggerak identitas dan warisan budaya, namun juga sebagai pendorong ekonomi kesejahteraan masyarakat,” ucap Pramono Anung dalam sambutannya.
Jakarta Philharmonic Orchestra adalah salah satu bagian sejarah penting kesenian ibu kota yang telah hidup dan berkembang sejak awal abad ke-20.
Para tokoh bangsa seperti Bung Hatta dan Gubernur Ali Sadikin telah memberi perhatian besar terhadap keberlangsungan orkestra ini.
“Hari ini, dukungan tersebut terus berlanjut seiring tekad kita menjadikan Jakarta sebagai kota global peringkat 20 pada tahun 2027,” ujarnya.
Melalui konser “Satoe Indonesia, Perayaan Kebangsaan Indonesia”, kita tidak hanya merayakan seni dan musik, namun juga merenungkan kembali jalan panjang perjuangan bangsa.
Dari ikrar sakral Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 hingga keberanian pemuda Surabaya mempertahankan kemerdekaan pada November 1945.
Konser ini menjadi ruang perjumpaan seni yang inklusif bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyalakan semangat kebangsaan dan rasa cinta terhadap Indonesia.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Jakarta Philharmonic Orchestra, para musisi, seniman, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara ini,” ucap Gubernur DKI Jakarta.
Pihaknya berharap pagelaran ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi inspirasi dan pengingat akan pentingnya persatuan, kreativitas, dan cinta tanah air.
