Idy menambahkan, program ini sejalan dengan tujuan pengelolaan zakat. Yaitu mendorong transformasi mustahik menjadi muzaki. Setidaknya, peserta dapat menjadi munfiq yang turut berkontribusi melalui zakat, infak dan sedekah.
Dikatakan, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan, tetapi juga pada aspek syariah sebagai nilai utama. Menurutnya, penting menghadirkan layanan spa, bekam dan pijat yang sesuai syariat, bukan sekadar label.
“Yang ingin kami bangun bukan sekadar keterampilan, tetapi juga ekosistem usaha yang sesuai syariah dan membawa keberkahan,” ujar Idy.
Idy juga menyampaikan apresiasi untuk semua pihak, khususnya BAZNAS Kota Tangerang dan mitra Latifa Spa Academy dalam pelaksanaan program pelatihan vokasi tersebut.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Tangerang H. M. Aslie Elhusyairy, S.Ag., menyambut baik dan mengapresiasi program pelatihan keterampilan vokasi terapis spa dan pijat syariah.
Program tersebut, katanya, sejalan dengan dua tugas utama kami (BAZNAS), yaitu mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap pelatihan ini memberikan manfaat nyata, khususnya bagi kaum perempuan,” ujar Aslie.
Ketua Baznas Kota Tangerang, KH Aslie Elhusyairi menyambut baik inisiatif ini. Ia menyebut, peserta yang mengikuti pelatihan ini melalui seleksi ketat yang mengutamakan kesiapan mental dan fisik.
“Kami berharap program ini bermanfaat besar bagi warga Kota Tangerang, khususnya kaum wanita. Ini bukan sekadar pijat biasa, tapi pijat yang syar’i dan membawa keberkahan,” tutur KH Aslie.
