17/04/2026
AktualFilm

“Para Perasuk” di Pesta Sambetan: antara Mistis dan Tradisi

Dialog dan dialeknya terlihat alami dan tidak kaku. Terlihat seperti percakapan orang desa sungguhan. Padahal lidahnya lebih sering menggunakan bahasa Prancis atau Inggris, tapi lidahnya tidak “keseleo”.

Tidak hanya Anggun, para pemain lain juga sukses memerankan karakternya masing-masing. Maudy Ayunda yang rela telanjang kaki selama main di film itu dan menghayati perannya sebagai pelamun.

Bryan Domani yang sukses memainkan alat musik tam-tam yang dipelajarinya selama dua bulan. Chicco Kurniawan yang sukses memerankan tokoh netral, bukan pesaing, tapi justru merangkul.

Ia juga sukses memainkan gitar dengan bantuan metronome guna mencapai ritme yang presisi, menyesuaikan dengan atmosfer adegan yang intens dan emosional

Angga Yunanda sukses memerankan tokoh Bayu serta piawai dalam memainkan alat musik tradisional seperti slompret yang dipelajarinya selama berbulan-bulan.

Bisa jadi para pemainnya menjalani berbagai persiapan ekstrem demi mendalami karakter yang sarat nuansa budaya dan spiritual.

Meski judul film ini terkesan horor, namun film yang siap tayang di bioskop-bioskop Indonesia mulai 23 April 2026, bukanlah film bergenre horor.

“Ini bukan film bergenre horor. Film ini tentang obsesi manusia,” tegas Sutradara Film Para Perasuk, yang mengaku dirinya penakut, usai press screenning, Selasa 13 April 2026, di Epicentrum XXI, Jakarta.

Penasaran dengan alur cerita film ini?  Bagaimana ending film ini? Tonton saja di bioskop-bioskop kesayangan Anda.

Leave a Comment