17/04/2026
AktualFilm

“Para Perasuk” di Pesta Sambetan: antara Mistis dan Tradisi

Desa Latas ini sendiri hanyalah nama desa fiktif. Hasil imajinasi sang sutradara. Entah berapa di wilayah mana, tidak disebutkan.

Kalau berdasarkan dialek obrolan para pemainnya, sepertinya ada di wilayah Bekasi atau pemukiman Betawi. Aksennya begitu mencolok seperti “bahasa” Betawi. Tapi, entahlah.

Film produksi Rekata Studio ini dibintangi oleh Angga Yunanda (Bayu), Anggun (Mbak Asri), Maudy Ayunda (Laksmi), Chicco Kurniawan (Pawit), Bryan Domani (Ananto), Indra Birowo (ayah Bayu), dan Ganindra Bimo (Fahmi, pengusaha).

Cerita berpusat pada tokoh Bayu, seorang pemuda yang terobsesi menjadi perasuk terbaik. Ambisinya membawanya mengikuti sayembara demi mendapatkan pengakuan dan peran penting dalam tradisi tersebut.

Konflik mulai muncul ketika mata air keramat desa yang menjadi sumber kehidupan sekaligus pusat spiritual mencari roh hewan, terancam oleh perusahaan besar yang ingin mengubahnya menjadi hotel mewah.

Dalam upaya menyelamatkan desanya, Bayu bertekad menjadi perasuk utama dan menggelar pesta besar untuk mengumpulkan dana. Perjalanan ini kemudian menguji dirinya, hingga ia menyadari bahwa ambisi saja tidak cukup untuk mencapai tujuan yang lebih besar.

Film Para Perasuk ini sukses membuat penonton di luar ekspektasi. Dikira film horor, ternyata bukan. Ini adalah film drama — cinta, persahabatan, keluarga, konflik batin, yang diramu sedemikian rupa berdasarkan imajinasi dan pengalaman spritual sang sutradara.

Bagi Anggun, ini adalah film panjang pertamanya. Semula ketika ditawari main film ini, ia ragu karena tidak paham ini film apa. Namun, setelah diyakinkan dan dalam proses reading, film ini ternyata menarik juga karena erat kaitannya dengan kehidupan nyata.

Meski Anggun baru pertama kali main film panjang yang diproduseri oleh Siera Tamihardja, Iman Usman, dan Amalia Rusdi, namun penyanyi kelas dunia ini sukses juga memerankan tokoh Mbak Asri sebagai guru para perasuk dan pemimpin sanggar.

Leave a Comment