04/05/2026
AktualEkonomi

IFEX 2026 Satukan Desainer Dunia dan Industri Nasional, Root of Excellent Tegaskan Akar Keunggulan Furnitur Indonesia

POSSORE.ID, Jakarta — Di tengah gemuruh percakapan bisnis dan deretan karya yang memikat mata, ada satu ruang di mana ide-ide besar tentang masa depan industri furnitur Indonesia tumbuh dan dipertukarkan. Di sanalah, akar-akar keunggulan itu dibicarakan—bukan sekadar sebagai konsep, tetapi sebagai fondasi bersama.

Pada 5–8 Maret 2026, di hall megah ICE BSD City, Indonesia International Furniture Expo kembali hadir sebagai lebih dari sekadar pameran dagang. Di bawah payung tema “Root of Excellent”, IFEX 2026 mempertemukan desainer dunia dan pelaku industri nasional dalam satu forum kolaboratif yang sarat gagasan, refleksi, dan visi jangka panjang.

Sebagai pameran yang digagas dan dimiliki oleh industri, IFEX diselenggarakan oleh Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) bersama Dyandra Promosindo. Sinergi ini menjadikan IFEX bukan hanya etalase produk, tetapi juga panggung strategis untuk memperkuat ekosistem industri mebel dan kerajinan Indonesia.

Tahun ini, lebih dari 500 exhibitor menampilkan sekitar 5.000 produk unggulan—mulai dari furnitur berbasis kayu solid, rotan, bambu, hingga kerajinan kontemporer yang memadukan teknologi dan sentuhan tradisi. Namun di balik gemerlap produk, IFEX International Seminar menjadi denyut intelektual yang memperkaya arah industri ke depan.

Melalui rangkaian IFEX International Seminar, sejumlah tokoh desain dan pemikir industri kelas dunia hadir berbagi perspektif. Nama-nama seperti Gabriel Tan, Sasaki Isshin, Shinichi Ito, Santiago Sevillano, Keiji Ashizawa, Kenneth Cobonpue, hingga Matteo Guarnaccia memperkaya diskusi dengan pengalaman lintas negara dan budaya.

Tema-tema strategis yang diangkat tidak berhenti pada estetika. Para pembicara membahas kepemimpinan desain Asia di panggung global, pembiayaan dan manajemen industri furnitur, ketahanan material alami seperti rotan dan bambu, hingga tantangan arketipe desain global dalam konteks gaya hidup, keberlanjutan, serta dampak sosial budaya.

Semangat ini selaras dengan konsep besar IFEX 2026, “Beyond Comfort Visual”. Desain tidak lagi ditempatkan semata sebagai pemuas mata, melainkan sebagai nilai ekonomi strategis dan representasi identitas bangsa dalam kompetisi internasional.

Pada hari keempat seminar, Abie Abdillah, pengurus HIMKI sekaligus desainer yang dikenal konsisten mengangkat material dan budaya lokal, tampil dalam sesi bertajuk “Elevating Local Materiality, Culture, Artisanal Talent as the Backbone of Design Identity on the World Stage.”

Leave a Comment