Syafaruddin melanjutkan, agar Sumbawa bisa menarik investor sebanyak mungkin, pihaknya akan memperbaiki sistem dan menyiapkan perangkat yang dibutuhkan.
“Silakan yang memang ada potensi bisa mendatangkan investor, saya akan datang ke Jakarta,” kata Syarafuddin yang baru menjabat sebagai Bupati Sumbawa pada Februari 2025.
Ia mengaku sampai saat ini, sudah ada beberapa investor yang berkomitmen membangun Sumbawa. Investor pertama datang dari Presiden Prabowo, melalui kebijakan menyetop impor garam.
Selama ini, kata dia, kebutuhan garam dalam negeri 70 persen berasal dari impor. Dengan kebijakan Presiden menyetop impor garam.
“Maka selain Madura, Kabupaten Sumbawa siap untuk menjadi pemasok garam nasional. Kami siapkan lahannya,” kata Bupati.
Selain itu, di Sumbawa akan dibangun Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP) dengan 9 kompi berjumlah 1000 orang tentara.
Untuk kebutuhan tersebut, Bupati Sumbawa sudah menyediakan lahan di Dusun Selang, Desa Kerekeh, Kecamatan Unter Iwes.
“Juni ini mereka akan segera datang ke Sumbawa. Dan ini adalah sumbangan tenaga dan pemikiran yang luar biasa untuk membangun Sumbawa,” jelas Bupati.
