Di sinilah, keanehan-keanehan terjadi. Mulai bus yang tiba-tiba menabrak “seseorang” lalu mogok. Ketika dicek tidak ada mayat meski di body kendaraan ada darah segar menempel. Sita juga menemui warung di tengah hutan ketika menemani Gendis ke kamar mandi warung. Saat akan kembali menuju bus, warung itu tiba-tiba hilang. Suasana hutan yang mistis dan mencekam sangat terasa oleh penonton.
Keanehan ini berlanjut hingga akhirnya Sita sampai di Semarang dan tinggal di rumah sepupunya, Tika yang diperankan Taskya Namya. Ancaman datang sosok gaib Dewi Raras yang diperankan Imelda Therinne yang membututi Gendis. Sita pun menghadapi pilihan paling berbahaya demi menyelamatkan anaknya.
Di sini, Taskya Namya sukses jadi pemantik ketegangan dalam film tersebut. Totalitas dalam memerankan karakter tidak perlu diragukan lagi. Ia sukses memerankan sosok Tika yang memang percaya hal-hal gaib. Meski percaya hal mistis, bukan berarti semua yang terjadi disangkutpautkan dengan hal seperti itu. Tika masih mencoba untuk berpikir secara logis dulu.
“Momen ketika Tika menemukan gambar Gendis yang tidak wajar, kecurigaan muncul makin kuat karena ada yang aneh. Terlebih saat Gendis mengajak main petak umpet, di situ ekspresinya tidak seperti Gendis yang ia kenal,” ucap Taskya, menggambarkan perubahan yang terasa janggal dan mengusik.
Selama film berdurasi 90 menit ini, penonton disuguhi suasana mencekam dan kejutan-kejutan yang sukses bikin penonton terkejut. Jump scare yang nyaris jantung penonton berdegup kencang dan menahan napas. Ada scene yang menyeramkan, penonton seketika berteriak. Pengarah musik juga sukses memunculkan musik latar yang mengiringi teriakan-teriakan penonton
Michelle Ziudith mengungkapkan mengapa ia akhirnya mengambil film ini, karena cerita yang ditawarkan tidak sekadar cerita horor yang selama ini aku sempat ditawari. Menurutnya, di film ini garis ceritanya sangat tegas sekali dan dramanya sangat hangat sekali.
“Ada nilai moralnya juga bagaimana seorang ibu rela mengorbankan nyawanya demi keselamatan anaknya. Saya amat menyukai anak dan peran ibu karena ada pesan moral yang menyentuh,” tutur Michelle Ziudith yang mengaku “kapok” main film horor.
Film ini ditulis Evelyn Afnilia dan diproduseri Oswin Bonifanz, dengan jajaran pemain yang turut diperkuat Dewi Pakis dan Rio Dewanto sebagai Anto. Film yang dijadwalkan tayang pada 15 Januari 2026 ini siap bikin jantung penonton copot.
