Dwi Riyoni, S.T, M.Ak, Ph.D
Bakal calon direktur dengan nomor urut 3 yang saat ini menjabat Ketua Jurusan Teknik Industri. Ia menyorot beberapa hal yang harus dibenahi. Di antaranya, standar mutu akademik dan roadmap kampus yang tidak jelas, serta belum terintegrasinya kurikulum, riset dan pembelajaran.
Selain itu, fasilitas ruang belajar tidak mendukung vokasi modern. Terutama fasilitas laboratorium yang masih kurang baik, kurang mendukung, dan kurang mutakhir.
“Kemudian lingkungan fisik kampus belum mendukung expereintial learning sebagai inti pendidikan vokasi. Karena kita ada pendidikan vokasi, sehingga kita wajib dan perlu memperhatikan,” ucap pria kelahiran 29 September 1976.
Ia juga menyoroti anggaran dan digitalisasi tidak berorientasi pembelajaran. Padahal di era digitalisasi, semuanya dituntut untuk kemudahan dalam akses informasi, data, dan anggaran. Karena itu, perlu dibuat sistem dan penguatan yang baik.
Untuk membenahi kondisi tersebut, ia memiliki rencana kerja yang merujuk pada Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Pertama, peningkatan relevansi lulusan, lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga yang kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, industri dan masyarakat.
Kedua, perguruan tinggi mampu menyesuaikan kurikulum, metode pengajaran, struktur organisasi secara cepat dan adaptif.
“Kemudian, kinerja institusi tidak diukur dari aktivitas semata, tetapi hasil konkret seperti publikasi ilmiah, produk inovatif, pengabdian berdampak, hingga kebijakan berbasis riset. Keempat, hasil penelitian harus menjawab kebutuhan nyata dan langsung bisa dimanfaatkan,” urainya.
“Karena itu, saya memiliki visi untuk Polimedia baru yaitu menjadikan Politeknik Negeri Media Kreatif sebagai perguruan tinggi bidang industri kreatif terbaik di Indonesia melalui penguatan kualitas pembelajaran vokasional yang unggul, relevan dengan kebutuhan industri, dan berdaya saing global sebagai kontribusi nyata dalam mewujudkan sumber daya unggul Indonesia Emas 2045 berlandaskan semangat inovasi,” lanjutnya.
