POSSORE.ID, Jakarta — Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) saat ini melakukan Seleksi Terbuka Pemilihan Direktur Polimedia Masa Jabatan Tahun 2026–2030.
Tahap pendaftaran bakal calon direktur diatur dalam tiga tahap: Tahapan Penjaringan (Desember – Januari 2026), Tahapan Penyaringan (Januari 2026), dan Tahapan Pemilihan (Januari 2026), yang sudah dimulai sejak 17 November 2025.
Berdasarkan Surat Pengumuman bernomor 0126/PL27.22/TU.00.01/2026 tentang Hasil Penjaringan Bakal Calon Direktur Politeknik Negeri Media Kreatif, telah ditetapkan Bakal Calon Direktur Politeknik Negeri Media Kreatif Periode 2026 -2030 yakni sebagai berikut:
1. Dr. M. Yunus Fitriady, M.M
2. Dr. Tipri Rose Kartika, M.M
3. Dwi Riyoni, S.T, M.Ak, Ph.D
4. Dr. Erlan Saefuddin, S.S, M.Hum
Pada Rabu 13 Januari 2026 para bakal calon ini memaparkan visi, misi dan program kerja di hadapan Senat Polimedia, yang dipimpin Ketua Senat Polimedia Nurul Akmalia S.I.Kom., M.Med.Kom.
Pemaparan para bakal calon ini juga disiarkan secara langsung di channel Polimedia TV. Dihadiri para dosen, tenaga pendidik, serta perwakilan mahasiswa dari BEM dan HIMA. Dari pemaparan ini kemudian tersaring 3 bakal calon.
Adapun visi dan misi para bakal calon sebagai berikut:
Dr. Mochammad Yunus Fitriady, M.M
Saat ini masih menjabat Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan. Kandidat nomor satu ini membawa visi Polimedia menjadi “Talenta Kreatif Unggul, InOvasi Berdampak, Produktivitas & Tata Kelola Berintegritas” yang disingkatnya dengan TOP.
Visi yang berarti unggul dalam kreatif, kuat dalam inovasi dan produktivitas/kontribusi dan kokoh dalam tata kelola.
“Saya akan memastikan Polimedia dalam lima tahun ke depan akan TOP. Mengapa saya mengangkat produktivitas karena Polimedia harus menciptakan lulusan yang terserap di dunia industri dan dunia usaha, atau wirausaha. Selain itu, juga peningkatan publikasi dan HKI beserta hak paten-nya. Juga peningkatan pendapatan non UKT,” kata Ketua Senat Polimedia periode 2018-2022.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ada lima roadmap atau lima pilar kinerja yang digagas pria kelahiran 20 Oktober 1973. Pertama, transformasi pendidikan tinggi yaitu menyelenggarakan pendidikan vokasi di bidang industri kreatif guna meningkatkan pengetahuan, pengetahuan, dan ketrampilan penerapannya.
Kedua, peningkatan kualitas SDM unggul dengan membangun dan mengembangkan sumberdaya manusia yang kreatif, inovatif, kompetitif, unggul, berakhlak mulia dan berwawasan kebangsaan, serta berdampak pada mahasiswa, industri, dan masyarakat.
Ketiga, meningkatkan output dan dampak pada mahasiswa, industri, masyarakat, dan negara dengan membentuk program-program pendidikan vokasi yang relevan dengan bidang industri, terutama industri kreatif yang berbasis kompetensi produksi dan kewirausahaan.
Keempat, relevansi dengan dunia usaha dan dunia industri. Caranya dengan mengembangkan, menerapkan dan menyebarluaskan teknologi di bidang industri kreatif yang berbasis pada kearifan lokal dan kebutuhan masyarakat, serta dunia usaha dan dunia industri.
Kelima, tata kelola adaptif, akuntable dan berkelanjutan dengan menyelenggarakan dan mengembangkan tata kelola pendidikan yang efektif, efisien, adaptif, akuntabel, transparan dan berkelanjutan, serta berkeadilan.
