11.3 C
New York
04/05/2026
AktualEkonomi

Dari IFEX ke Pasar Dunia: Saat Furnitur Indonesia Menawarkan Stabilitas di Tengah Gejolak Global

Yang lebih perlu dicermati, menurut Sobur, adalah potensi kenaikan biaya logistik dan energi global yang dapat memengaruhi biaya distribusi dan produksi. Meski demikian, di tengah situasi dunia yang tidak menentu, justru muncul peluang baru.

“Dalam situasi global yang tidak pasti, buyers internasional akan semakin mencari negara yang memiliki supply chainstabil, produksi yang dapat diandalkan, serta lingkungan bisnis yang relatif aman. Indonesia memiliki keunggulan tersebut,” jelasnya.

Stabilitas politik, dukungan sistem legalitas kayu melalui SVLK, serta basis industri yang telah berkembang selama puluhan tahun menjadi faktor yang membuat Indonesia dinilai memiliki posisi strategis dalam rantai pasok furnitur dunia.

Persaingan industri furnitur global memang semakin ketat. Namun bagi HIMKI, masa depan furnitur Indonesia tidak semata bergantung pada volume produksi. Yang justru menjadi kekuatan utama adalah nilai tambah yang lahir dari kreativitas dan identitas budaya.

Furnitur Indonesia memiliki karakter yang khas karena memadukan kekayaan material alami seperti kayu, rotan, dan bambu, dengan keahlian kriya yang diwariskan turun-temurun serta sentuhan desain yang terinspirasi dari keragaman budaya Nusantara. Kombinasi tersebut menjadikan furnitur Indonesia memiliki identitas kuat yang sulit ditiru negara lain.

“Keunggulan Indonesia bukan hanya pada produksi, tetapi pada kreativitas desain dan nilai budaya yang melekat pada setiap produk. Inilah yang menjadi diferensiasi furnitur Indonesia di pasar global,” tutur Sobur.

Lebih dari sekadar ajang promosi produk, HIMKI juga melihat IFEX sebagai bagian dari diplomasi perdagangan industri furnitur Indonesia. Melalui pameran ini, produsen dari berbagai daerah di Indonesia dapat bertemu langsung dengan buyers internasional, membangun hubungan bisnis jangka panjang, sekaligus memperluas akses ke pasar global.

IFEX juga menjadi ruang bagi Indonesia untuk memperkenalkan kekuatan industrinya yang berbasis kreativitas, keberlanjutan, dan nilai budaya. Pada penyelenggaraan tahun ini, pameran tersebut dikunjungi buyers dari sekitar 120 negara. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa furnitur Indonesia semakin menarik perhatian pasar internasional.

Leave a Comment