10.7 C
New York
04/05/2026
AktualNasional

Aliansi Kebangsaan: Indonesia Merdeka sebagai Negara tapi Tidak sebagai Bangsa

Di bidang ekonomi, kemerdekaan harus diwujudkan melalui kemandirian dan kerja sama, bukan ketergantungan dan eksploitasi.

Semangat kooperatif yang digagas Bung Hatta— berbasis tolong-menolong, tanggung jawab bersama, dan kepercayaan diri kolektif—harus kembali menjadi jiwa perekonomian nasional.

Dalam pandangan Aliansi Kebangsaan, untuk membangun manusia merdeka sebagai satu proyek peradaban, perlu menyusun arsitektur gerakan yang bekerja pada tiga lapisan, yaitu: jiwa, sistem, dan kapasitas hidup.

Dengan dasar negara Pancasila, membentuk manusia Indonesia Merdeka adalah agenda membangun peradaban Indonesia pada tiga ranah, yaitu ranah tata nilai untuk membebaskan pikiran dan moral, ranah tata kelola untuk membebaskan peran dan relasi sosial, dan ranah tata sejahtera untuk membebaskan kapasitas hidup.

Pontjo mengingatkan bahwa negara-bangsa Indonesia tidak kekurangan sumber daya. Indonesia hanya mengidap kekurangan keberanian mental untuk menjadi Manusia dan Bangsa yang sepenuhnya Merdeka.

Tanpa pembebasan mental, kemerdekaan Indonesia akan terus rapuh dan pembangunan akan kehilangan arah.

“Harus disadari bahwa Indonesia merdeka sebagai negara, tetapi belum merdeka sebagai bangsa,” tegasnya.

Karena itu, pembentukan manusia Indonesia yang berfikir merdeka, bersikap merdeka, dan bertindak merdeka menjadi keniscayaan yang harus terus diperjuangkan untuk mengembalikan bangsa ini pada jati dirinya yaitu bangsa yang merdeka lahir batin.

“Inilah inti dari gagasan “Aliansi Kebangsaan sebagai wadah perjuangan kaum cendekiawan” untuk kembali ke fitrah cita Negara yang selama ini diperjuangkan.

“Saatnya para cendekiawan bicara. Saatnya seluruh anak bangsa berhenti menjadi peniru, pecundang, atau penonton. Saatnya berpikir, bersikap, dan bertindak MERDEKA, demi masa depan yang berdaulat, berkeadilan, dan berkelanjutan, demi masa depan Indonesia yang sepenuhnya Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil, dan Makmur,” tutup Pontjo.

Leave a Comment