10.7 C
New York
04/05/2026
AktualNasional

Aliansi Kebangsaan: Indonesia Merdeka sebagai Negara tapi Tidak sebagai Bangsa

POSSORE.ID, Denpasar – Aliansi Kebangsaan bersama Yayasan Dana Darma Pancasila dan Yayasan Suluh Nuswantara Bakti menyelenggarakan rapat kerja di Denpasar Bali pada 25-28 Januari 2026.

Raker bertema Berpikir Merdeka, Bersikap Merdeka, Bertindak Merdeka tersebut bertujuan merumuskan program kerja organisasi tahun 2026.

Selain itu, menghasilkan Manifesto Manusia Merdeka yang diharapkan menjadi acuan nilai, arah gerak, dan pijakan bersama dalam membangun manusia dan bangsa Indonesia yang merdeka lahir batin.

Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo mengatakan tema tersebut diambil berangkat dari kesadaran bahwa kemerdekaan politik belum otomatis melahirkan manusia yang merdeka secara batin.

Sesuai dengan gagasan dalam Manifesto Manusia Merdeka, tema ini menegaskan pentingnya pembebasan dari kolonialisme mental yang masih membelenggu cara berpikir, sikap, dan tindakan bangsa.

Ia menjelaskan, berpikir merdeka berarti membangun nalar kritis dan keberanian moral; bersikap merdeka berarti berdiri sebagai subjek dengan harga diri dan orientasi keadilan.

“Sementara itu, bertindak merdeka berarti mewujudkannya dalam partisipasi aktif, kemandirian, dan pengabdian nyata bagi kepentingan kebangsaan dan masa depan Indonesia,” terangnya.

Menurutnya, kemerdekaan politik tidak otomatis melahirkan manusia merdeka. Bahkan Aliansi Kebangsaan memandang bahwa mental kaum terjajah masih bercokol kuat.

“Hingga hari ini, manusia-bangsa Indonesia masih kerap memperlihatkan gejala kurang percaya diri, rasa rendah diri kolektif, lemah pendirian, dan miskin kemandirian,” tegasnya.

Mentalitas ini mendorong dua kecenderungan ekstrem yang sama-sama berbahaya. Pertama, mental peniru dan pembebek, yang menjadikan bangsa ini konformis, tunduk pada selera global, dan kehilangan keberanian untuk menentukan jalan sendiri.

Leave a Comment