JAKARTA (Pos Sore) — Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo menekankan perlunya membangkitkan kembali semangat perjuangan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bagi bangsa Indonesia. Ini sejalan dengan cita-cita pendiri bangsa yang menjadikan masyarakat adil dan makmur.
“Perlu dipahami pentingnya etos kejuangan dalam menghadapi tantangan negeri yang kemudian dapat menjadi basis gerakan mewujudkan cita cita kemerdekaan,” tegasnya dalam diskusi di hari ulang tahun ke-6 Aliansi Kebangsaan bertema ‘Etos Kejuangan dalam Menghadapi Tantangan Indonesia Masa Kini’, di Jakarta, Jumat (17/11).
Menurutnya, gerakan untuk menjadikan bangsa yang ingin mewujudkan kemakmuran dan keadilan rakyat hingga saat kini belum memenuhi harapan kita. Karenanya, semangat persatuan dan kesatun menjadi kekuatan negara jika landasi dengan prinsip kebangsaan.
“Kita Ketahui negara Indonesia adalah negara dan bangsa yang dibangun atas dasar prinsip kebangsaan dan jika prinsip kebangsan itu runtuh maka runtuhlah bangsa itu,” tandasnya.
Ia menambahkan, turun naiknya semangat kebangsaan akan menjadi persoalaan tersendiri dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan dalam kerangka berbangsa dan bernegara.
“Lemahnya menjalankan prinsip kebangsaan yang seharusnya prinsip kebangsaan ber-Ideologi Pancasila yang sangat cocok di Indonesia, akan tetapi ideologi kapitalismelah yang sangat berkembang dan jangan heran jika terjadi benturan ideologi,” sesalnya.
Karena itu, tujuan diskusi akbar ini adalah dapat memahami pentingnya ‘etos kejuangan’ dalam menghadapi tantangan negeri baik pada hari ini maupun untuk antisipasi yang akan datang. Etos kejuangan dapat menjadi basis gerakan mewujudkan cita-cita kemerdekaan.
Cendikiawan Prof.Komaruddin Hidayat, yang menjadi narasumber diskusi, menyampaikan untuk membangun jati diri bangsa dengan modal kekayaan peradaban dan alamnya sudah semestinya Indonesia memiliki jati diri dan identitas kebangsaan yang solid.
“Hiruk pikuk sosial politik saat ini sangatlah mengkhawatirkan jika cita cita bangsa yang memiliki jati diri dan identitas kebangsan akan tercabik dengan pengaruhnya kekuatan multinasional baik dari aspek ekonomi, politik, dan ideologi,” tukasnya.
Seharusnya Indonesia memiliki jatri diri dan identitas kebangsaan yang solid. Para pendiri bangsa sangat cerdas, bijak dan visioner telah meletakkan dasar bernegara yang terumuskan dalam Pembukaan UUD’45 dan Pancasila.
“Sementara muncul gelombang demokratisasi yang diikuti desentralisasi kekuasaan dan ekonomi tidak diikuti kesiapan mental dan wawasan bernegara secara rasional sehingga yang mengemuka adalah hiruk pikuk menyuarakan hak kebebasan tanpa dibarengi ketaatan pada hukum,” tukasnya. (tety)

