JEDDAH (Pos Sore) – Sebanyak 482 WNI Overstayers (WNIO) dari Jeddah Senin (19/1) ini akan mendarat di Bandara Soekarno Hatta. Informasi dari KJRI Jeddah, menyebutkan mereka terdiri dari 418 WNIO dewasa, 30 anak-anak, dan 34 bayi.
Mengingat keadaan sebagian mereka yang tidak sepenuhnya fit, maka dalam prosesi pulang kampung kali ini disertai seorang dokter, dua personil Polri, satu orang staf KJRI, serta satu perawat dari Jeddah.
Sejak berakhirnya program Amnesti oleh Pemerintah Arab Saudi pada akhir 2013, proses deportasi WNI overstayers terus dilakukan oleh Otoritas Imigrasi Arab Saudi secara berkelanjutan. Tahun 2014 saja terdapat sebanyak 20.379 WNIO yang telah dideportasi.
Pada awal 2015 ini proses pemulangan oleh Pemerintah Arab Saudi terkendala penuhnya penerbangan regular akibat puncak musim umrah. Karena itu, sebagai bentuk kehadiran Negara dalam perlindungan WNI di luar negeri, Pemerintah Indonesia berinisiatif menyediakan satu pesawat charter khusus Garuda Indonesia guna mengangkut para WNIO.
Penyediaan pesawat tersebut dimaksudkan untuk menghindari terjadinya penumpukan di tahanan imigrasi Arab Saudi dan mempercepat kepulangan WNIO dari kelompok rentan seperti anak-anak, bayi, manula dan yang sakit. Selain itu, agar para WNIO dapat pulang sebelum habis masa berlaku exit permit-nya.
“Ini bukan proses memanjakan mereka, tapi bagian dari perlindungan yang diberikan negara kepada rakyatnya yang mengalami kesulitan. Pemulangan juga kita lakukan secara selektif dengan memprioritaskan kelompok rentan. Tentu, saya berharap mereka tidak akan kembali apalagi mengulangi kesalahan yang sama,” ujar Menlu Retno LP Marsudi.
Pemulangan WNIO ini tindaklanjut arahan Presiden RI pada Rapat Kabinet pada 17 Desember 2014. Dari identifikasi awal yang dilakukan, terdapat dua negara yang menjadi fokus utama: Malaysia dan Arab Saudi. Pada 23-24 Desember 2014 lalu telah dilakukan pemulangan 706 WNIO Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) dari Malaysia dengan menggunakan pesawat Hercules milik TNI-AU. (tety)
