14.9 C
New York
24/04/2026
AktualKesra

Warga Desa Ponggang, Subang, Dilatih Keterampilan Manajemen BUMDes

SUBANG (Pos Sore) — Sebanyak 30 warga Serang Panjang Subang, Jawa Barat, mendapatkan pelatihan keterampilan manajemen Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melalui efektivitas dan strategi komunikasi bisnis.

Pelatihan ini diberikan oleh tim dosen
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) — Dwinarko, Tabrani Sjafrizal, dan Aminudin Junaedi, sebagai wujud Tri Darma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian masyarakat.

“Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini realisasi dari salah unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi,” kata Ketua Abdimas Fikom Ubhara Jaya, Dwinarko, belum lama ini.

Pelatihan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ini diadakan di Kantor Kepala Desa Ponggang Kecamatan Serang Panjang Subang, Jawa Barat.

“Tujuan kegiatan ini untuk menciptakan komunikasi yang efektif dan strategi pengelolaan bisnis yang professional, guna menjalankan BUMDes yang kompetitif,” tambahnya.

Adapun materi pelatihan meliputi Ekfektivitas Manajemen Bisnis, Pembuatan Surat Perjanjian, AD & ART, serta Proposal Kegiatan Bisnis. Selain itu, Efektivitas & Strategi Komunikasi serta Pengenalan dan pemanfaatan media komunikasi.

Kepala Desa Ponggang Kecamatan Serang Panjang Jabar, yang diwakilkan Kaur Umum Sofyan, mengatakan, masyarakat Desa Ponggang sangat berterima kasih kepada Tim Abdimas Dosen Tetap Fikom Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.

Pihaknya menyambut positif kegiatan ini, karena memberikan wawasan dan pengetahuan yang bermanfaat sekali dalam menjalankan BUMDes ke depan.

Mewakili para dosen, Aminudin Junaedi, S.Sos, M.I.Kom, menyampaikan, perlunya kedekatan antara dunia kampus dengan masyarakat. Melalui abdimas ini merupakan jembatan antara dunia kampus dengan masyarakat.

“Cuma mau mengingatkan saja barangkali di lapangan masyarakat sudah terbiasa melaksanakan kegiatan-kegiatan bisnis yang ada di desa ini, tapi dengan adanya BUMDes, maka mau tidak mau masyarakat juga harus lebih siap lagi,” paparnya.

Ia pun mencontohkan suatu kegiatan bisnis yang didahului dengan manajemen dan strategi komunikasi yang efektif, maka hasilnya akan lebih baik, lebih efektif, efisien dan berkualitas. (tety)

Leave a Comment