Helikopter BNPB mendarat di tepi sungai demi antarkan bantuan warga yang terisolir akibat bencana di Desa Sihaporas, Pinangsori, Kabupaten Tapteng, Sumut, Sabtu (29/11)/Foto: BNPB
POSSORE.ID,Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperbarui data korban bencana alam banjir hingga tanah longsor yang menerjang 3 provinsi di pulau Sumatera sejak beberapa hari lalu. Data terakhir hingga Minggu siang (30/11-2025) korban tewas mencapai 316 orang.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dalam jumpa pers di Tapanuli Utara, Minggu (30/11/2025), mengungkapkan Korban meninggal dunia di Sumut mencapai 172 orang (hilang 147 orang), Aceh 54 orang (hilang 55 orang) , dan Sumbar 90 orang (hilang 87 orang).
Suharyanto mengatakan dua daerah di Sumatera Utara perlu mendapatkan perhatian serius.
“Yang sekarang perlu mendapat perhatian secara serius adalah dua daerah, yaitu Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga. Kenapa ini mendapatkan perhatian penuh, karena terisolir,” ujar Suharyanto.
Saat ini akses Sibolga menuju Padangsidimpuan terputus total. “Demikian juga Sibolga menuju Tapanuli Utara/Tarutung, mengalami putus total dan tertutup longsor di banyak titik,” ujar Kepala BNPB.
Dia menyebut, beberapa jembatan termasuk Jembatan Pandan dan jembatan pada ruas Sibolga-Manduamas, juga terputus. Sejumlah jalur kabupaten turut terputus dan belum dapat diperbaiki karena medan yang berat.
Sementara tujuh wilayah di Mandailing Natal (Madina) masih terisolir akibat jalur lintas provinsi masih tertutup. Desa di wilayah tersebut hanya bisa dijangkau alat berat atau transportasi udara.
Suharyanto juga meminta penanganan bencana dipercepat. Dia menyebutkan saat ini listrik dan air di lokasi bencana relatif sudah pulih meskipun banyak yang padam.
“Listrik, air ini juga relatif sudah pulih tapi masih banyak yang padam kami tahu dari PLN sudah menyebar personelnya mohon ini lebih cepat lagi khususnya di daerah-daerah yang terisolir karena itu juga sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.(lia)
