20.3 C
New York
20/07/2024
Aktual

UNTRI dan Jasa Raharja Lakukan Kerjasama

JAKARTA (Pos Sore)–Universitas Trilogi dan Jasa Raharja bekerjasama mensosialisasikan sikap hidup berdisiplin dalam berlalu lintas kepada masyarakat, yang tujuannya untuk mengurangi korban akibat kecelakaan di jalanan.

” Universitas Trilogi  siap membawa  konsep  Prime ini kepada masyarakat. Sehingga masyarakat mepunyai karakter, budaya, sikap, kemauan dan bisa melaksanakan apa yang diinginkan Jasa Raharja, polisi lalulintas maupun Organda. Dengan demikian kepadatan jalan tidak lagi dituduh sebagai pembunuh yang lebih ganas dari peperangan di Indonesia,” ujar Ketua Dewan Pembina Universitas Trilogi, Prof Dr Haryono Suyono dalam “Dialog Publik Asuransi Jasa Raharja, Komitmen Prime Untuk Pelayanan” yang diselenggarakan di kampus UNTRI Jakarta kemarin.

Dalam kesempatan itu Haryono  mengatakan, bagi dirinya, pelayanan yang diberikan oleh Jasa Raharja sama dengan pengalamannya selama 30 tahun menggeluti program Keluarga Berencana (KB) yang banyak tantangannya.

“Berdasarkan pengalaman pribadi, pekerjaan yang mirip  dengan Jasa Raharja adalah pekerjaan  dokter, bidan, bupati maupun dengan pemerintah daerah,” kata Haryono.

Konsep prime ini, lanjut Haryono, harus disebarluaskan  sehingga  menumbuhkan budaya yang tidak  ada cacatnya,  budaya yang tidak saja berkembang dalam lingkungan  Jasa Raharja, tetapi juga ketika orang menghubungi jaringan pelayanan   pihak Polisi Lalulintas,  Organda, bahkan sampai dengan jajaran Dinas Pekerjaan Umu (PU) yang mungkin jalannya rusak.

Pelayanan Jasa Raharja  dengan “motto prime” dianggap  tidak ada yang kurang dalam arti konsepsi maupun falsafah.
Proses budaya ini, katanya, harus meyatu,  bahwa  pelayanan itu bukan sekedar pelayanan  setelah terjadi kecelakaan. Tapi pelayanan yang mencegah  sehingga premi yang terkumpul pada Jasa Raharja  tidak jadi digunakan untuk menyantuni karena tidak ada yang celaka. Kemudian uang premi tersebut diberikan kepada pihak Polisi Lalulintas, PU dan Organda untuk membuat jalan agar mulus dan tidak menimbulkan kecelakaan. “Sehingga mereka membantu Jasa Raharja untuk memberikan pelayanan  yang sifatnya lebih prefentive,” kata Haryono.

Di bagian lain pernyataannya, Haryono mengatakan,  untuk suatu inovasi diperlukan setidak-tidaknya  tiga komponen yang penting.   Pertama, sebagai pelayanan telah dipenuhi oleh Jasa Rahaja  dengan baik. Komponen kedua,  dari pelayanan adalah masyarakatnya sendiri.  Baik Jasa Raharja, Polisi Lalulintas, maupun Organda bukan saja  memberikan pelayanan yang terbaik, tetapi harus menyatu dengan masyarakat, berbaur dengan masyarakat. Karena itulah Universitas Trilogi siap  membawa  konsep  Prime ini ke tengah masyarakat.

Universitas Trilogi dengan dosen pembimbing  dan mahasiswanya siap terjun kedesa untuk membangun disiplin berlalulintas, asuransi Jasa Raharja untuk  disampaikan kepada masyarakat. Komponen yang ketiga, adalah informasi, pendidikan dan advokasi.

“Sebagai pembina Universitas Trilogi, saya mengajak  para dosen dan mahasiswa dengan  salah satu program studinya, yaitu komunikasi  dan audiovisual dan lainnya  untuk membangun informasi, komunikasi yang bisa  membangun karakter dan budaya bangsa yang memenuhi syarat dan dikehendaki  Jasa Raharja, pihak Kepolisian dan Organda,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Haryono juga mengajak mengembangkan aturan hukum untuk mendidik masyarakat diikuti disiplin dan mempunyai program pendidikan. Bukan disiplin mati, tetapi disiplin sebagai pelajaran untuk mencegah kecelakaan. Diharapkan kecelakaan lalulintas bukan lagi menyaingi  kecelakaan atau kematian yang disebabkan penyakit, tetapi kecelakaan yang memang  sama sekali  tidak bisa dicegah.

Sementara itu, Menko Kesra, Agung Laksono mengatakan negara tidak dalam keadaan perang tapi  banyak korban akibat kecelakaan. Karena itulah  perlunya pembenahan karakter bangsa.

Dengan adanya Asuransi Jasa Raharja akan semakin lengkap proteksi perlindungan sosial  terhadap masyarakat. Secara bertahap telah ada asuransi sosial dibidang kecelakaan. Ia menunjuk UU Jaminan Sosial yang telah melahirkan dua  badan penyelenggara jaminan social, yaitu di bidang kesehatan dan bidang keternagakerjaan / kecelakaan kerja. ‘’Setelah itu akan ada lagi yaitu jaminan pensiun dan jaminan kematian,” kata Agung.

Menko Kesra menekankan arti penting dan strategisnya  pendidikan karakter bangsa untuk mengurangi kecelakaan. Karena pendidikan karakter bangsa itu harus merupakan sebuah proses yang berlangsung secara terus menerus agar bangsa Indonesia memiliki karakter yang kuat. (junaedi)

Leave a Comment