WASHINGTON — Untuk meredam kemarahan umat Islam dunia, penyanyi Amerika Katy Perry akhirnya mengedit versi lagunya yang dipublikasikan di YouTube dengan menghapus adegan gambar liontin Allah yang terbakar. “Saya senang karena nama Allah telah dicabut dari video ‘Dark House’,” ujar Shazad Iqbal, seorang pemuda muslim dari Bradford, Inggris yang memulai petisi menentang rekaman di Change.org website.
Iqbal meluncurkan petisinya pada Change.org setelah video Katy Perry yang dimuat di YouTube berisi adegan yang kontroversial termasuk gambar seorang pria yang memakai liontin sedang dibakar.
Menurut Iqbal, pembakaran liontin kaligrafi Allah menyimbolkan penentangan terhadap Allah dan berarti penghujatan. Petisi ini ditandatangani lebih dari 65.000 orang yang mendesak agar YouTube mencabut video itu. Versi modifikasi video yang dirilis kemarin menunjukkan gambar liontin kaligrafi Allah telah ‘digosok’ secara digital dan terhapus dari rekaman itu.(onislam/meidia)
