19.3 C
New York
24/05/2024
Aktual

Ulama Mesir Serukan Larangan Film ‘Noah’

KAIRO (Pos Sore) — Para ulama Mesir mendesak pemerintah untuk melarang pemutaran film Noah yang rencananya akan dirilis di negeri piramida ini dalam beberapa pekan mendatang.

Menurut para ulama, film itu menggambarkan secara fisik bentuk tubuh Nabi Nuh AS. “Menggambarkan para nabi dalam seni adalah sebuah kejahatan, dan bukannya seni itu sendiri, yang dapat membahayakan imej para nabi,” ujar Sheikh Sameh Abdel Hameed, anggota Salafi Call.

“Penggambaran (fisik) para nabi telah membuka pintu atas keragu-raguan perilaku para nabi. Para aktor tidak dapat secara akurat meniru tingkah laku, sifat dan penampilan para nabi,” tambah Abdel Hameed.

Film yang menghabiskan biaya 134 juta dolar AS ini bercerita tentang kehidupan Nabi Nuh AS yang umatnya bakal dilanda banjir bandang dan ia mencoba menyelamatkan keluarganya dari banjir dahsyat itu.

Film besutan Darren Aronofsky termasuk kategori film epik Alkitab yang akan dirilis pada akhir Maret nanti. Film itu itu banyak dikecam karena menggambarkan fisik nabi Nuh AS dan tidak sesuai kisah asli.

Beberapa organisasi agama mengatakan naskah itu telah menyimpang jauh dari kisah asli. Akibatnya produser terpaksa menambahkan pesan-pesan pada semua film dan poster untuk mengklarifikasikannya.

Film ini terinspirasi kisah Nabi Nuh as. Sekalipun izin artistik sudah diambil, kami percaya bahwa film ini benar pada esensinya, nilai-nilai dan integritas cerita yang menjadi landasan sebuah agama bagi jutaan orang di seluruh dunia,” demikian pesan yang ditambahkan dalam film itu.

Para ulama Mesir mendesak pemerintah untuk melarang pemutaran film itu di bioskop karena telah menghina para nabi. “Mesir memiliki tempat khusus di dunia Islam dan film-film yang merusak Islam atau membahayakan para nabi tidak seharusnya diputar di negeri ini,” jelas Abdel Hameed.

Para ulama lain juga menyerukan “penghancuran” bioskop yang memutar film penghinaan itu. “Para ulama senior harus menggelar pertemuan darurat untuk membahas masalah ini dan menggugat bioskop (yang memutarnya) karena para nabi, suara, dan bahkan bayangan mereka tidak boleh digambarkan secara fisik. Para nabi adalah orang suci,” papar Mahmoud Mehanna, anggota ulama senior Al-Azhar.

Film itu sendiri telah memicu berbagai reaksi di kalangan pengguna jejaring sosial. Pada 2004 lalu, kontroversi serupa timbul setelah rilis film bertajuk “The Passion of the Christ”. Film itu menggambarkan secara fisik kehidupan Nabi Isa AS.

Pada 2012 lalu, sebuah serial film televisi yang menggambarkan secara gamblang Khalifah Umar bin Khattab telah memicu debat sengit di dunia Arab dimana ribuan orang menentang penggambaran Nabi Muhammad SAW dan para sahabat nabi. Para ulama di dunia menentang penggambaran para nabi dalam bentuk seni.(onislam/meidia)

Leave a Comment