JAKARTA (Pos Sore) – Ada kabar gembira bagi UKM Indonesia. Rupanya, UKM Korea tertarik menjalin kerjasama dengan UKM Indonesia. Keinginan untuk bermitra dengan UKM Indonesia ini terungkap ketika tim Asem SMEs Eco-Innovation Center (ASEIC) berkunjung ke Indonesia pada 6 April lalu.
“Steering Commite Green Business Center (GBC) Korea tertarik untuk menjalin kerjasama lebih lanjut dengan UKM Indonesia. Kerjasama ini terutama terkait dengan manufacturing seperti metal, mechanic, food processing, software, dan ICT,” kata Deputi bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK Kementerian Koperasi dan UKM, Meliadi Sembiring, di Jakarta, Jumat (17/4).
Meliadi mengatakan, Tim Korea akan membuat database 100 UKM Indonesia yang dapat bekerjasama dengan UKM Korea. Selanjutnya dipilih 20 untuk disurvey. Tim Korea juga akan melakukan UKM matching antara UKM Indonesia dan UKM Korea.
Tahapan kerja tim dari Korea adalah melakukan pendataan teknologi apa yang dibutuhkan UKM Indonesia. Selain itu, melakukan pencarian dan penetapan UKM Korea yang cocok bekerjasama dengan UKM Indonesia. Tim Korea juga akan melakukan kunjungan untuk bekerjasama dengan UKM Indonesia.
“Bentuk kerjasama yang dapat dilakukan antara lain transfer teknologi, investasi, pelatihan, tukar karyawan atau tenaga ahli. Tim Korea juga bersedia mengirimkan para ekspertnya untuk menindaklanjuti kerjasama ini.
Dari hasil kunjungan dan wawancara pada 8 April 2015, UKM Indonesia, yaitu PT Swen Inovasi Tranfer di Ciomas kabupaten Bogor akan menjadi pilot project kerjasama itu. UKM ini menjadi salah satu pelopor dalam merancang dan mengembangkan digester ‘biogas energy alternatif terbarukan’ dari jenis serat kaca atau fiber glass sejak tahun 2007.
Meliadi berharap melalui kegiatan itu dapat memberikan dampak positif dan manfaat bagi UKM Indonesia. (tety)
