05/05/2026
Aktual

Trauma di Tangan Sebaiknya Diperiksa ke Dokter Orthopedi

JAKARTA (Pos Sore) — Tangan, organ tubuh yang sangat kompleks. Organ ini memiliki jaringan yang lebih rumit dibandingkan organ-organ lain. Dengan fungsinya yang sangat penting, trauma atau cedera pada tangan hendaknya ditangani secara baik dan diperiksakan ke dokter orthopedi.

“Bila salah dalam penanganan, kemungkinan fungsinya akan mengalami kemunduran,” kata DR. dr. Lukman Shebubakar, SpOT (K), dalam Media Gathering & Health Talk bertema ‘Wrist Arthroscopy’, yang diadakan RS Premier Bintaro, di Jakarta, Senin (21/12)

Dikatakan, cedera tangan dapat diatasi dengan terapi non-operatif, seperti fisioterapi atau pemberian obat-obatan, dan terapi operatif. Terapi operatif perlu dilakukan salah satunya bila terdapat kerusakan pada sambungan saraf.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama dr. Margareta Arianni, SpOT (K) memaparkan mengenai ‘Wrist Pain’ atau nyeri pada pergelangan tangan. Menurutnya, pergelangan tangan (wrist Joint) adalah sendi yang rumit. Tersusun oleh ujung tulang radius dan ulna, 8 tulang karpal, dan pangkal tulang-tulang metacarpal.

“Tulang-tulang ini saling bertautan melalui ligament-ligamen, yang menjaga sendi pergelangan tangan tetap stabil namun fleksibel,” tuturnya.

Ia mengatakan, nyeri pada pergelangan tangan bisa disebabkan gangguan di salah satu dari struktur-struktur dalam sendi tersebut, baik tulang, ligament, kapsul maupun tendon.

Kebayoran Lama-20151221-01426

“Nyeri pergelangan tangan dapat dialami semua orang dari berbagai profesi aktifitas maupun umur,” tutur dr. Margareta, Hand Clinic/Klinik Tangan RS Premier Bintaro ini.

Namun, diperlukan pemeriksaan radiologi sebagai penunjang untuk menegakkan diagnosis. Beberapa kasus dapat ditangani secara konservatif seperti dengan pemberian obat, fisioterapi, splint dan suntikan.

Bermacam-macam kondisi yang dapat menyebabkan nyeri pergelangan tangan. Di antaranya penyakit trigger finger, carpal tunnel syndrome, dan penyakit de Quervain. Ketiga penyakit ini lebih sering dialami wanita ketimbang pria.

Ia menjelaskan, penyakit trigger finger disebabkan oleh terjepitnya otot jari-jari di daerah telapak tangan. Gejala yang biasa dialami adalah nyeri pada pangkal jari tangan, terutama saat menggenggam. Jari seperti tersangkut ketika dilipat dan nyeri saat diluruskan kembali.
 
Berbeda dengan penyakit trigger finger, penyakit De Quervain muncul karena terjepitnya otot ibu jari tangan. Nyeri terasa di daerah pergelangan tangan di sebelah atas pangkal ibu jari. Rasa nyeri muncul saat tangan digunakan untuk menggenggam atau mengangkat sesuatu.
 
Sedangkan Carpal tunnel syndrome (CTS) disebabkan oleh terjepitnya saraf medianus di daerah pergelangantangan. Gejala CTS yang lebih menonjol dibanding rasa nyeri adalah rasa tebal dan kesemutan pada ibu jari, telunjuk, jari tengah dan manis, sementara jari kelingking tidak mengalami gejala semacam itu.
 
Pada kasus yang memerlukan pembedahan, Hand Clinic RS Premier Bintaro sudah dapat melakukan pembedahan secara minimal invasive dengan Wrist Arhtrocopy. Kelebihan Wrist Arthroscopy adalah luka yang kecil, nyeri pasca operasi yang lebih ringan, dan relative lebih aman dibandingkan bedah terbuka serta pemulihan dan perawatan yang singkat.

“Salah satu pelayanan unggulan yang telah kami kembangkan adalah Hand Clinic. Ini fasilitas pelayanan terintegrasi yang dapat mengatasi seluruh problem yang berkaitan dengan tangan secara terpadu dan komprehensif,” tambahnya.

RS Premier Bintaro sendiri, bagian dari Ramsay Health Care Group Australia. Group rumah sakit swasta terbesar di Australia yang memiliki lebih dari 115 rumah sakit dan fasilitas Day Surgery di Australia, Inggris Perancis dan Indonesia.

Di Indonesia Ramsay Health Care memiliki 3 rumah sakit yaitu RS Premier Jatinegara, RS Premier Surabaya dan RS Premier Bintaro. Sebagai bagian dari RHC Australia. RS ini memperoleh berbagai sertifikasi seperti Akreditasi Internasional dari Joint Commision International (JCI), ISO serta akreditasi terbaru KARS versi JCI serta HICMR. (tety)

Leave a Comment