6.5 C
New York
26/04/2026
Ekonomi

TPL-IKM Mampu Hadapi Persaingan MEA

 JAKARTA (Pos Sore) –Sesditjen Industri Kecil Menengah (IKM),Kementerian Perindustrian, Busharmaidi mengungkapkan, kualitas Tenaga Penyuluh Lapangan (TPL) Industri Kecil Menengah (TPL-IKM) lulusan sekolah politeknik Kementerian Perindustrian cukup mumpuni dan mampu menghadapi persaingan usaha di erah Masyarakat Ekonomi Asia) 2015 mendatang. Terbukti, jebolan TPL-UKM ini sudah berusaha dan menjual produk mereka secara on-line dan menguasai teknologi produksi yang baik.

“Buktinya, mereka berjualan online. Hasil produksi mereka juga sudah baik dan diterima di kalangan masyarakat menengah ke atas.Mereka sudah menemukan teknologi mengolah makanan tanpa MSG (monosodium glutamat) yang selama ini dikhawatirkan dikonsumsi,” ungkap Busharmaidi di sela Pameran Produk Unggulan Binaan Tenaga Penyuluh Lapangan dan Wirausahawan Baru, di Kemenperin,Selasa (27/10).

Tak hanya mampu menghasilkan barang berkualitas, katanya, TPL-IKM juga mampu memberikan penyuluhan bahkan pendampingan pada IKM yang tak mampu untuk mendapatkan akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR)  perbankan.“TPL ini juga mampu memberikan penuluhan dan pendampingan bagaimana membuat proposal, pembukuan dan laporan keuangan yang bagus agar bisa dipercaya bank mendapatkan KUR.”

“Buktinya, mereka berjualan online. Hasil produksi mereka juga sudah baik dan diterima di kalangan masyarakat menengah ke atas.Mereka sudah menemukan teknologi mengolah makanan tanpa MSG (monosodium glutamat) yang selama ini dikhawatirkan dikonsumsi.”

Ternyata, katanya, pada 2014, sekitar 230 nasabah dari IKM yang disuluh TPL-IKM sudah menikmati KUR senilai Rp1,2 triliun. “Diharapkan pada 2015 pagu KURnya bisa naik hingga Rp3 triliun (4,8 persen) untuk IKM  dari BRI dari Rp30 triliun yang ditargetkan pemerintah.

Dengan adanya penurunan suku bunga mencapai 12 persen pada 15 ini,katanya, diharapkan jumlah KUR yang bisa didapatkan IKM bisa lebih besar lagi.Tentunya dengan pendampingan dan bantuan dari TPL-IKM untuk menyiapkan proposal dan laporan keuangan mereka.

Sebagaimana dikekahui, program TPL ini dimulai 2007 dan sudah berjalan sebanyak 9 angkatan hingga 2015. Hasil evaluasi sementara, saat ini terdapat 267 TPL yang menjadi wirausaha baru selepas dikontrak  pada 2007.

Nilai itu masih kecil, karena mneurut Sekjen Kemenperin,Syarif Hdayat, masih banyak TPL yang tertarik bekerja di pemerintahan dan perkantoran ketimbang berwirausaha. “Karena bekerja di kantor lebih terjamin, tanpa risiko.Kita berharap dengan adanya adanya program beasiswa di polteknik yang kita punya dan dikontrak dibiayai ketika magang,akan memunculkan wirausahawan baru.” (fitri)

 

 

 

 

Leave a Comment