JAKARTA (Pos Sore) — Indonesia, negara Kepulauan terbesar di dunia dengan luas wilayah laut 2/3 dari total luas wilayahnya dan merupakan negara penghasil ikan terbesar di dunia.
Namun, sebagai negara maritim yang mempunyai sumberdaya ikan yang melimpah, ikan masih belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber ketahanan pangan dan gizi nasional.
Data Global Nutrition Report Tahun 2014 memperlihatkan, Indonesia termasuk di dalam 17 negara di antara 117 negara yang mempunyai ketiga masalah gizi.
“Sebanyak 37,2 persen masyarakat Indonesia menderita stunting, 12,1 persen wasting, dan 11,9 persen overweight,” kata Deputi Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) I Nyoman Shuida, di Jakarta, Rabu (5/4).
Karenanya, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan) dengan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Deputi Koordinasi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan) menggelar rapat untuk memunculkan upaya peningkatan konsumsi ikan.
Caranya, dengan mengoptimalkan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) yang sudah digaungkan sejak tahun 2004 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri. Tujuannya, guna mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, kuat dan cerdas sekaligus mendukung kesuksesan program ketahanan pangan dan gizi nasional.
Dikatakan, ikan sebagai komoditas strategis, mempunyai keunggulan dibanding dengan sumber protein hewani lainnya. Selain itu, dapat diterima semua agama, dan potensi produksi sangat besar.
“Secara ekonomi kandungan lokal sangat tinggi, keragaman jenis sangat tinggi dan tersedia sepanjang tahun, hemat energ, dan harganya sebagian lebih murah daripada harga protein hewani lainnya,” ujarnya.
Pemerintah sendiri sangat mendukung adanya GEMARIKAN. Salah satu bukti, Presiden telah mengeluarkan Penyusunan Perpres tentang Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
Bentuk dukungan pemerintah lainnya adalah pembentukan FORIKAN (Forum Peningkatan Konsumsi Ikan) oleh Menteri Kelautan dan Perikanan. Forum ini dalam rangka menjalin koordinasi, keterpaduan langkah dan tindakan dari seluruh instansi terkait baik tingkat pusat maupun daerah sekaligus berperan sebagai inspirator, kreator, motivator, dan aktivator GEMARIKAN. (tety)
