JAKARTA (Pos Sore) — Sebanyak 143 anggota tim Nusantara Sehat gelombang pertama menyatakan siap dikirim ke puskesmas di daerah terpencil dan perbatasan. Mereka akan dilepas Presiden Joko Widodo pada 4 Mei. Sebelumnya, para tenaga medis muda ini sudah mendapatkan pembekalan selama satu bulan di Ciloto.
“Tim Nusantara Sehat ini diharapkan bisa memperkuat peran Puskesmas sebagai lini depan fasilitas layanan kesehatan. Targetnya 120 puskesmas yang berlokasi di daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan,” kata Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan, Akmal Taher, di gedung BPPSDM Kesehatan, Jakarta, Kamis (30/4).
Dia mengatakan, program yang diluncurkan Kementerian Kesehatan ini sebagai upaya penguatan pelayanan kesehatan primer atau puskesmas melalui peningkatan jumlah, sebaran, komposisi dan mutu tenaga kesehatan.
Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Peningkatan Kemitraan dan Pelayanan Kesehatan Primer, Diah Saminarsih, menjelaskan, program ini berbeda dengan Pencerah Nusantara (PN) yang diprakarsai Kantor Urusan Khusus Presiden RI untuk MDGs.
“Program Nusantara Sehat pendekatannya bersifat lebih menyeluruh dan melibatkan delapan anggota tim yang berbeda latar belakang,” ujarnya.
Tim yang dikirim pada periode pertama ini antara lain 12 dokter umum, 20 perawat, 20 bidan, 20 tenaga kesehatan masyarakat, 20 tenaga kesehatan lingkungan, 16 ahli teknologi laboratorium medik, 20 tenaga gizi, dan 15 tenaga kefarmasian. Tidak ada dokter spesialis.
Sementara lokasi penempatan tim Nusantara Sehat periode pertama adalah Daerah Istimewa Aceh, Bengkulu, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Maluku, dan Papua. Mereka nantinya akan berada di masing-masing puskesmas selama dua tahun.
“Fokus Nusantara Sehat memang untuk penguatan puskesmas di daerah terpencil dan perbatasan kepulauan. Sebab, data penyakit sekarang tidak hanya masalah gizi, anak, dan penyakit menular. Penyakit menular juga seperti diabetes, gagal ginjal, hipertensi juga ada di pedesaan, di daerah terpencil,” tambah Akmal.
Diharapkan, tindakan promotif dan preventif di Puskesmas daerah tidak hanya menyelesaikan penyakit infeksi tetapi juga bisa mengubah kebiasaan masyarakat terkait hidup bersih dan kesehatan lingkungan. Penguatan peran Puskesmas juga bisa didapat sebagi hasil kolaborasi tim nusantara sehat dengan tim yg sudah ada puskesmas tersebut.
“Indikator keberhasilan program ini bagaimana masyarakatnya dapat berubah dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Tim harus bisa memberdayakan masyarakat. Diharapkan masyarakat bisa menolong dirinya sendiri agar terhindar dari sakit,” lanjutnya.
Untuk mencapai tujuan ini, tenaga kesehatan tim Nusantara Sehat diberi pembekalan. Salah satunya mereka dibekali kemampuan komunikasi yang baik dan mampu memberi kesadaran pada masyarakat. Dengan kemampuan komunikasi ini diharapkan mampu memunculkan swadaya masyarakat untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat. (tety)
