16.1 C
New York
23/04/2026
AktualEkonomi

Tetap Melaju Kencang di Tengah Pandemi, Begini Strategi Jitu JamSyar Melawan Krisis

JAKARTA (Pos Sore) — Pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak Maret 2020 membuat banyak industri di Indonesia terkontraksi. Tetapi itu tidak terjadi pada PT Jamkrindo Syariah (JamSyar). Yang ada malah mengalami peningkatan bisnis dan tetap melacu kencang di tengah pandemi.

Dengan strategi jitu melawan krisis, JamSyar berhasil survive di tengah hantaman badai Covid-19. Coba lihat saja berdasarkan laporan in house JamSyar, perusahaan penjaminan ini berhasil mencatat Volume Penjaminan sebesar Rp 32,40 Triliun. Meningkat 12,89% dibandingkan tahun 2019 yang hanya sebesar Rp 28,7 Triliun.

Atas penjaminan tersebut, IJK on kafalah yang didapatkan oleh JamSyar adalah sebesar Rp 533,17 Miliar atau meningkat sebanyak 59,7% dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp 333,76 Miliar.

“Laba tahun berjalan tahun 2020 yang berhasil diraih adalah sebesar Rp 48,764 Miliar atau meningkat sebesar 32,69% dari tahun 2019 yang hanya sebesar Rp 36,75 Miliar,” kata Gatot Suprabowo, Direktur Utama, dalam jumpa pers virtual terkait kinerja JamSyar Tahun 2020, Jumat (5/2/2021).

Dalam jumpa pers yang juga dihadiri Direktur Operasional Achmad Sonhadji serta Direktur Keuangan, SDM & Umum Endang Sri Winarni, Gatot Suprabowo menyampaikan komitmen JamSyar dalam mendukung program-program Pemerintah dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat terdampak Covid-19.

Hal ini ditunjukkan dengan adanya program penjaminan Pembiayaan Modal Kerja PEN yang telah bekerjasama dengan 10 Bank penyalur pembiayaan Modal Kerja PEN yaitu Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, BNI Syariah, BTN Syariah, BTPN Syariah, BPD Jateng Syariah, BPD Jatim Syariah, BPD NTB Syariah, Maybank Syariah, Bank Aceh.

Gatot menyebutkan, total UMKM penerima pembiayaan modal kerja PEN yang dijamin selama periode tahun 2020 adalah sebanyak 520.511 UMKM dengan total volume penjaminan adalah sebesar Rp 2,44 Triliun. “Program Penjaminan Pembiayaan Modal Kerja PEN sangat dibutuhkan untuk menambahkan kepercayaan (confidence) Perbankan Syariah dalam menyalurkan pembiayaan modal kerja,” tandasnya.

Selain program penjaminan PEN, JamSyar juga terus mendongkrak pertumbuhan
UMKM melalui penjaminan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pada 2020, total nasabah KUR yang dijamin oleh JamSyar adalah sebanyak 39.127 terjamin atau tumbuh sebesar 86% dibandingkan tahun 2019. Total volume penjaminan KUR tahun 2020 yang didapatkan adalah sebanyak Rp 2,25 Triliun atau tumbuh sebesar 180,37% dari tahun 2019.

Gatot Suprabowo, Direktur Utama JamSyar

Dalam penjaminan KUR, JamSyar juga turut andil dalam menjamin KUR Super Mikro. KUR Super Mikro adalah merupakan KUR yang utamanya ditujukan kepada pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau Ibu Rumah Tangga (IRT) yang menjalankan usaha produktif. Plafond maksimal KUR Super Mikro adalah sebesar Rp 10 juta.

Dalam mendukung kegiatan penjaminan baik pembiayaan Modal Kerja PEN maupun
KUR, JamSyar menyediakan kemudahan bagi Bank penyalur dalam proses penjaminan melalui penjaminan secara Host to Host maupun Web Application yang dapat diakses secara mudah, dengan tetap menyesuaikan kepada kesiapan dari Bank penyalur.

Direktur Operasional Achmad Sonhadji, menyampaikan, JamSyar juga adaptif untuk terus mencermati segala peluang dan pergerakan bisnis. Jika sebelumnya JamSyar focus di penjaminan pembiayaan, pada 2020 ini JamSyar aktif mendukung para UMK di bidang penyediaan kebutuhan alat kesehatan (alkes) dengan penyediaan produk penjaminan non cash loan yaitu berupa penjaminan Kontra Bank Garansi (KBG) dan Surety Bond.

“Diharapkan pada 2021, JamSyar dapat memperbesar volume penjaminan pembiayaan modal kerja kepada pelaku UMK penyedia kebutuhan alkes sehingga dapat terus mendukung kebutuhan penanganan penanggulangan Covid-19,” katanya

Kinerja yang baik ini tentunya tidak terlepas dari dukungan pemegang saham. Salah satu bentuk dukungan dari pemegang saham adalah adanya penambahan modal oleh pemegang saham mayoritas JamSyar yaitu PT. Jamkrindo dengan merealisasikan penambahan modal senilai Rp 150 miliar di tahun 2020 sehingga total modal disetor dalam Perseroan hingga akhir tahun 2020 senilai Rp 550 miliar.

Direktur Operasional Achmad Sonhadji (kiri), Direktur Utama Gatot Suprabowo (tengah), Direktur Keuangan, SDM & Umum Endang Sri Winarni (kanan)

“Dengan berbekal kinerja yang sangat memuaskan di tahun 2020, JamSyar optimis akan mampu memberikan penjaminan sebesar Rp 45 triliun dan membukukan Laba sebesar 99 Milyar di tahun 2021,” jelasnya.

Dalam rangka mendukung ekspansi JamSyar tahun 2021 Pemegang Saham JamSyar juga terus memberikan kepercayaan dengan bentuk komitmen untuk memberikan tambahan modal sebesar Rp 400 Miliar sehingga kapasitas JamSyar untuk memberikan pelayanan meningkat secara signifkan.

Direktur Keuangan, SDM & Umum Endang Sri Winarni menambahkan, untuk mencapai target tersebut, JamSyar akan menerapkan strategi “kolaborasi antara teknologi yang mumpuni dengan SDM yang tangguh”. Terkait dengan perkuatan teknologi informasi dan digitalisasi yang telah dilakukan sejak 2017, JamSyar telah melakukan pengembangan teknologi informasi.

“Ini untuk meningkatkan kualitas layanan penjaminan dan meningkatkan peran IT untuk mendukung kegiatan lain di perusahaan guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses dalam tumbuh kembang bisnis JamSyar. Itu sebabnya, JamSyar tidak tergagap-gagap menghadapi Covid-19,” katanya.

Sementara itu, terkait human capital, JamSyar terus melakukan peningkatan kuantitas dan kualitas human capital untuk mendukung ekspansi usaha dengan melakukan learning & development, sertifikasi di beberapa bidang. Selain itu, melakukan perbaikan system compensation & benefit, performance management serta human capital management system lainnya sesuai dengan best practice dan kondisi perusahaan.

JamSyar sendiri saat ini telah memiliki gedung kantor baru milik sendiri sebagai Kantor Pusat dan Operasional yang berlokasi di Jl LetJend Suprapto No 20, Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat. JamSyar juga memiliki 15 kantor layanan dan jaringan yang tersebar di beberapa provinsi guna melayani seluruh wilayah Indonesia. (tety)

Leave a Comment