Protes menentang serangan militer AS -Israel terhadap Iran meletus di kota-kota besar AS. Ratusan orang berkumpul di kota Seattle mengutuk kekerasan pemerintah terhadap warga sipil./Tasnim News Agency
POSSORE.ID, Jakarta — Angkatan bersenjata Iran melancarkan serangan balasan terbaru ke sejumlah aset Amerika Serikat di Timur Tengah, termasuk kapal tanker minyak di pantai Kuwait dan kilang minyak milik Bahrain, Jumat (6/3).
Mengutip Markas Pusat Khatam Al Anbiya, radio pemerintah Iran melaporkan, kapal AS tersebut terkena serangan dan terbakar. Markas Pusat Khatam Al Anbiya merupakan badan yang mengambil alih komando operasional angkatan bersenjata Iran pada masa perang.
Selain itu, di hari yang sama, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga menyatakan bahwa “rudal generasi baru” mereka telah menghantam pangkalan-pangkalan Amerika di negara-negara Teluk serta sejumlah lokasi di Israel, termasuk Bandara Ben Gurion, Haifa, dan Tel Aviv.
“Unit drone angkatan laut angkatan bersenjata menargetkan lokasi pasukan AS di Camp Udairi di Kuwait menggunakan drone tempur,” demikian pernyataan militer yang disiarkan televisi pemerintah seperti dikutip Al Jazeera.
Camp Buehring, yang sebelumnya dikenal sebagai Udairi, merupakan fasilitas militer utama Amerika Serikat di wilayah barat laut Kuwait.
Dikutip AFP, serangan rudal Iran juga memicu kebakaran di kilang minyak utama milik negara di Bahrain di hari yang sama.
Pusat Komunikasi Bahrain melaporkan kebakaran sempat terjadi di kilang Bapco Energies imbas serangan Iran, namun kemudian berhasil dikendalikan.
Media pemerintah Bahrain menuturkan tidak ada laporan korban luka akibat serangan di kilang yang berada di pulau Sitra itu dan kilang minyak tetap beroperasi normal.
AS Rugi Iran Masih Tegap
Perang antara Iran vs Amerika Serikat dan Israel telah memasuki hari kedelapan pada Sabtu (7/3-26).
Iran dan Israel-AS masih saling melancarkan serangan rudal dan drone setiap hari. Bahkan, dilansir CNN Indonesia, Iran masih tegap dengan melancarkan serangan udara balasan terbaru yang menyasar kapal tanker AS di lepas pantai Kuwait hingga kilang minyak Bahrain.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeklaim berhasil menghancurkan sejumlah aset militer Amerika Serikat di sejumlah negara-negara Teluk.
Mengutip dari Al Jazeera, IRGC menyatakan mereka berhasil membuat 20 aset militer AS di Kuwait, Bahrain, hingga Uni Emirat Arab (UEA) rusak parah.
Iran juga mengeklaim berhasil menyerang kapal tanker milik perusahaan AS di wilayah perairan Teluk.
Departemen publikasi dari IRGC menyatakan kepada media pemerintah Iran IRNA bahwa Angkatan Laut Iran “sukses menargetkan kapal tanker Amerika.”
AS-Israel Habiskan Rp62 T
AS dan Israel dilaporkan telah menghabiskan sekitar US$3,7 miliar atau sekitar Rp62,4 triliun hanya dalam 100 jam pertama operasi militer terhadap Iran atau sekitar empat hari perang. Sementara itu, perang Iran vs Israel-AS ini telah menginjak hari ke-8 pada Sabtu (7/3).
Laporan itu disampaikan lembaga Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang berbasis di Washington.
Dilansir CSIS, sebagian kecil biaya itu telah dianggarkan, namun senilai US$3,5 miliar (sekitar Rp59 triliun) belum masuk dalam anggaran.
Biaya itu mencakup pengeluaran operasional sekitar US$196 juta (sekitar Rp3,3 triliun) penggantian amunisi sekitar US$3,1 miliar (sekitar Rp52,2 triliun).
Selain itu, terdapat biaya penggantian kerugian tempur dan perbaikan infrastruktur sekitar US$350 juta (sekitar Rp5,9 triliun).
Di sisi lain, Rusia ternyata meraup untung besar dari peperangan yang sedang berlangsung antara sekutu dekatnya, Iran, melawan Amerika Serikat sejak sepekan terakhir.
Kremlin menyatakan perang di Iran telah memicu peningkatan permintaan terhadap produk energi Rusia.
“Kami melihat ada peningkatan yang signifikan dalam permintaan terhadap sumber energi Rusia seiring dengan perang yang terjadi di Iran,” ujar juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov,Jumat (6/3) dikutip Al Jazeera. (lia/CNN Indo)
