14.6 C
New York
09/05/2026
Aktual

Terbang pada Minggu, AirAsia Lakukan Pelanggaran

JAKARTA (Pos Sore) – Rupanya penerbangan AirAsia tujuan Surabaya-Jakarta dengan pesawat QZ8501 pada Minggu (28/12) pagi dan hilang kontak itu tanpa seijin Kementerian Perhubungan. Itu sebabnya, ijin rute itu dibekukan.

Pembekuan itu terkait adanya pelanggaran jadwal penerbangan. AirAsia hanya mengantungi izin terbang di hari Senin, Selama, Kamis, dan Sabtu. AirAsia mengubah hari jadwal terbangnya, bukan melakukan penerbangan tambahan.

“Izin induknya, untuk penerbangan winter di mana mulai berlaku mulai 26 Oktober-28 Maret itu dari Dirjen Perhubungan Udara, sehingga kalau ada perubahan terhadap jadwal yang diusulkan, harus diusulkan kepada Dirjen Perhubungan Udara untuk diberikan jadwal baru,” kata Plt Dirjen Perhubungan Udara Djoko Murjatmojo, di Kemenhub, Sabtu (3/1).

Ditegaskan, kalau tidak mengajukan pemohonan, membuat jadwal baru itu suatu pelanggaran. Pihaknya mengaku kecolongan dengan perubahan jadwal itu. Langkah awal sanksi dengan membekukan jadwal AirAsia. Langkah selanjutnya menginvestigasi siapa yang memberikan izin.

“Izin rute yang diberikan Surabaya-Singapura dengan jadwal penerbangannya Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu 1, 2, 4 dan 6. Ternyata dia terbang Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu, 1, 3, 5, dan 7,” jelas Djoko.

Izin Kemenhub, AirAsia rute itu terbang di hari Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu namun kemudian diubah menjadi Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Pengubahan rute ini dilakukan tanpa persetujuan Kemenhub.

“Nah kenapa jadi pelanggaran, karena perubahan jadwal itu tidak dimohonkan perubahannya kepada Direktorat Jendral Perhubungan Udara, kepada Kementerian Perhubungan sehingga di situ terjadi pelanggaran. Karena ada pelanggaran tersebut, makanya izin rute Surabaya-Singapur AirAsia dibekukan, sampai hasil evalusi dan invetigasi lebih lanjut,” paparnya. (tety)

Leave a Comment