11.4 C
New York
29/04/2026
AktualEkonomi

Terapkan Protokol Kesehatan Ketat, 480 Calon Pegawai LPDB-KUMKM Ikuti Tes Potensi Akademik

CIPUTAT (Pos Sore) — Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) mengadakan seleksi calon pegawai baru yang diikuti 480 peserta dari berbagai wilayah Jabodetabek, dan luar Jawa. Seleksi diadakan di gedung National Information and Communication Technology (NICT), Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta.

Direktur Umum dan Hukum LPDB-KUMKM Jaenal Aripin mengatakan seleksi sudah memasuki tahap kedua (Tes Potensi Akademik) dari sebelumnya tes administrasi yang melibatkan 38 ribu lebih peserta. Dari hasil Tes Potensi Akademik, LPDB-KUMKM akan menjaring 150 peserta untuk selanjutnya akan mengikuti tahapan ketiga yakni tes wawancara.

“Nanti hari Selasa, Rabu, Kamis kita akan lakukan wawancara selanjutnya setelah itu baru psikotes, kemudian tes kesehatan, dan di awal Agustus hasil akhir sudah ketahuan,” kata Jaenal usai meninjau seleksi pegawai baru.

Jaenal mengatakan semua proses seleksi dilakukan menggunakan sistem komputerisasi online sehingga hasilnya dijamin objektif, tanpa adanya rekayasa nilai peserta tes. Untuk seleksi pegawai baru ini, pihaknya menggandeng NICT UIN Jakarta, karena adanya dukungan sarana dan prasarana, termasuk laboratorium komputer yang disediakan di sana.

LPDB-KUMKM pada 2020 membutuhkan 30 pegawai baru yang nantinya akan dibagi ke 8 bidang, antara lain bisnis untuk pembiayaan konvensional, dan pembiayaan syariah, manajemen risiko, analisis risiko, monitoring dan evaluasi (monev), analisa yuridis, perencanaan dan IT. Meski yang dibutuhkan relatif sedikit namun animo pelamar cukup banyak, yakni 38 ribu lebih.

“Mudah-mudahan dengan tambahan tenaga baru ini bisa memperkuat posisi LPDB dalam konteks mendukung program pemerintah dan dalam rangka pemulihan ekonomi akibat Covid-19,” papar Jaenal.

Direktur NICT, UIN Jakarta Syopiansyah Jaya Putra mengatakan gedung NICT memang biasanya digunakan untuk kegiatan pelatihan, dan rekrutmen oleh kantor-kantor pemerintahan. Gedung ini juga dilengkapi dengan tempat penginapan, research dan development di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK), dan manajemen termasuk technopreneurship.

“Di sini sudah menggunakan tes berbasis komputer dan online real-time. Jadi soalnya belum tentu ada yang mengetahui dan perhitungannya secara otomatis. Sejauh ini tidak ada intervensi dari manusia yang menilainya, dalam waktu 20 menit sudah tahu hasilnya,” lanjut Syopiansyah.

Kepala Divisi Umum LPDB-KUMKM Saefudin menambahkan, pelaksanaan tes ini dilakukan menggunakan protokol kesehatan yang ketat, dengan mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Penerapan protokol kesehatan diawali ketika peserta tes hendak masuk gedung. Peserta masuk melewati bilik disinfektan dan petugas yang disiapkan juga memeriksa suhu tubuh peserta tersebut menggunakan thermogun di pintu masuk. Panitia juga menyediakan ruang khusus untuk pemeriksaan kesehatan, dibantu tim medis, dilengkapi dengan peralatan kesehatan.

“Apabila suhunya 37,3 derajat Celcius kita sediakan ruangan khusus untuk rapid tes kalau hasilnya reaktif, tetap kita perbolehkan yang bersangkutan mengikuti tes walaupun tempatnya terpisah dengan yang lain,” jelas Saefudin.

Seluruh peserta termasuk panitia juga diwajibkan menggunakan masker, dan menjaga jarak, baik sebelum maupun pada saat mengikuti tes di ruang kelas. Penerapan jaga jarak di kelas di mana satu meja hanya diperbolehkan ditempati oleh satu peserta. (tety)

Leave a Comment