05/05/2026
Aktual

Tenun Songket Sumsel Menuju ‘Warisan Dunia’

D70_9083

JAKARTA (Pos Sore) — Setelah diakui sebagai budaya asli Sumatera Selatan, kain tenun Songket kini tengah berproses agar diakui sebagai salah satu warisan dunia yang harus dilestarikan.

“Sejarah Songket sudah ratusan tahun sejak zaman Kerajaan Sriwijaya yang sampai sekarang masih lestari. Kewajiban kita untuk menjaga dan melestarikannya sebagai milik bangsa Indonesia”, kata Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin, dalam peluncuran Pelestarian Warisan Budaya Songket Sumatera Selatan Menuju Warisan Dunia’, di Kota Palembang, Sabtu (21/11).

Gubernur menambahkan, upaya agar kain tenun Songket Sumsel masuk dalam jajaran warisan dunia di Unesco, sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.

“Kain tenun Songket kini bukan hanya kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan, melainkan sudah menjadi milik bangsa Indonesia. Dan selanjutnya akan menjadi kebanggaan warga dunia sebagai satu warisan yang harus dilestarikan,” katanya.

Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga yang mewakili Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, mengatakan pemerintahan Presiden Jokowi saat ini memang tengah gencar membangun dan meningkatkan industri kreatif berbasis budaya. Salah satunya adalah para UKM perajin kain tenun Songket di Sumatera Selatan.

“Hal itu sejalan dengan visi bangsa ini ke depan, yaitu mewujudkan bangsa yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian,” kata Puspayoga.

Untuk mewujudkan itu, lanjut Menkop, banyak hal yang harus dilakukan dan diperkuat, agar bangsa ini memiliki sumberdaya manusia yang kuat‎ dan produk yang berdaya saing tinggi. Karena itu, dalam kondisi lesunya ekonomi global saat ini, diperlukan pembangunan masyarakat yang mampu menjadikan tantangan sebagai peluang.

“Salah satunya, membangun ekonomi masyarakat berbasis budaya,” tegas Puspayoga.

Terkait itu, kata Menkop, tugas pemerintah adalah memberikan pendampingan, akses permodalan, hingga membuka jaringan pemasaran‎, bagi seluruh pelaku usaha ekonomi kreatif berbasis budaya di seluruh Indonesia.

“Ekonomi kreatif yang berkembang di masyarakat, harus memiliki nilai ekonomis dan nilai tambah agar berdampak positif bagi kehidupan masyarakat,” tambahnya.

Terkait‎ Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang segera berlangsung, Puspayoga menekankan agar seluruh masyarakat Indonesia siap dalam menghadapinya. Caranya, seluruh rakyat Indonesia harus mencintai dan memakai produk buatan dalam negeri.

“Hal itu juga merupakan perwujudan dari program Revolusi Mental yang terus kita gaungkan, agar menjadi satu bangsa yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian,” ujarnya.

Dalam peta persaingan global tersebut, Puspayoga juga mengajak segenap kompenen bangsa untuk memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan kuat.

“Kita wajib percaya diri karena kita memiliki banyak sumber daya alam, budaya, dan keanekaragaman hayati yang menyatu dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menkop pun menyerahkan beberapa program strategis untuk mengembangkan koperasi dan UMKM di Sumatera Selatan. Di antaranya, menyerahkan Ijin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK), penyerahan akta notaris kepada lima koperasi, kredit dana bergulir LPDB untuk dua koperasi, dan penyerahan hak cipta motif Songket Palembang kepada dua UKM Songket. (tety)

D70_9294

Leave a Comment