JAKARTA (Pos Sore) – Industri perunggasan Indonesia kembali mengembangkan pasar ekspor baru. Setelah telur asin yang menembus pasar Singapura, dan produk olahan daging ayam yang telah memperoleh ijin secara teknis memasuki pasar Jepang, kini giliran Parent Stock Hatching Eggs atau telur tetas induk ayam yang telah membuka pasar ekspor ke Myanmar.
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Muladno Bashar, mengatakan, potensi produksi DOC final stock ayam pedaging untuk tahun 2015 adalah sebanyak 3,3 miliyar ekor. Sedangkan kebutuhan di dalam negeri sendiri sebanya 2,44 milyar ekor.
Hitungan data ini merupakan hasil hitungan Tim Ad Hoc yang terdiri dari Kementerian Pertanian, breeder dan peternak, serta Kementerian Perdagangan.
“Ini tanda secara nasional, sebenarnya Indonesia telah mandiri memnuhi permintaan dalam negeri, yang apabila ditinjau dari aspek kedaulatan pangan, posisi Indonesia telah swasembada daging ayam, bahkan kemampuan produksinya telah surplus,” ungkapnya, di Jakarta, kemarin.
Dengan keadaan itu, ia menilai, menjadi penyemangat industri perunggasan nasional untuk melakukan ekspor. Terlebih hal ini sesuai dengan UU No. 41 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Zdalam Pasal 36B ayat (3) UU tersebut dikatakan, pengeluaran hewan/ternak dan [rpduk hewan ke luar negeri diperbolehkan jika pasolan telah mencukupi kebutuhan dalam negeri.
“Diterimanya produk unggas Indonesia di pasar luar negeri ini hasil kerja keras bersama antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat, terutama dalam penanganan awah avian influenza sehingga dapat menyakinkan negara nitra termasuk pemerintah Myanmar,” tambahnya.
Pada 1 Juli 2015 pemerintah Myanmar berkunjung ke Indonesia untuk mempelajari sistem manajemen penanggulangan AI di Indonesia. Delegasi pemerintah Myanmar saat itu terdiri dari 12 orang. Dipimpin oleh Deputy Minster of Livestock Fisheries and Rural Development for Republic of the Union of Myanmar, Dr. Aung Myat Oo. Delegasi ini mengakui keberhasilan Indonesia dalam melakukan penanganan wabah AI
Dengan pengembangan pasar ekspor ini, ia mengharapkan dapat meningkatkan gairah industri perunggasan dalam negeri, untuk meningkatkan produksi nya yang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, namun juga pasar ekspor. (tety)
