JAKARTA (Pos Sore) – Sebanyak 22 mahasiswa Politeknik Negeri Semarang (Polines) selama sebulan ini berkuliah di Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia). Sementara itu, 8 mahasiswa Polimedia juga berkuliah di Polines. Program pertukaran mahasiswa ini merupakan langkah awal dari ‘Student Exchange Permata – Mantap 2015’ atau Pertukaran Mahasiswa Tanah Air – Program Mahasiswa Antar Politeknik.
“Tujuan diadakannya program yang baru pertama kali diadakan ini untuk menambah kompetensi mahasiswa, terutama untuk matakuliah yang diadakan seusai kesepatakan bahwa kualitas pembelajaran spesialis harus meningkat,” kata DR. Misbah Fikrianto, MM, M.Si, Wakil Direktur Bidang Kerjasama Polimedia, usai pelepasan mahasiswa yang mengikuti program itu di kampus Polimedia, Srengseng Sawah, Minggu (25/1).
Ia menambahkan, adanya program itu juga sesuai arahan Forum Direktur Politeknik Negeri, bahwa tidak hanya proses pembelajaran saja yang kualitasnya ditingkatkan, tetapi juga terjadi peningkatan kualitas di bidang industri.
Sementara itu, Pembantu Direktur IV Polines, Drs Kunto Purbono MSc, menambahkan, 22 mahasiswa Polines berkuliah di Polimedia berasal dari 3 program studi, yaitu Manajemen Bisnis Internasioanal (D4, 11 mahasiswa), Administrasi Bisnis (D3, 7 mahasiswa), dan Manajemen Pemasaran (D3, 4 mahasiswa). Sedangkan mahasiswa Polimedia yang belajar di Polines berasal dari program studi Fotografi Iklan, Produksi iklan Televisi, Desain Grafis, dan Brand Building Management.
“Para mahasiswa ini akan berkuliah setiap hari, dari Senin sampai Sabtu. Nantinya, setelah sebulan mengenyam pendidikan di beda kampus ini, mahasiswa akan mendapatkan Surat Keterangan Pendamping Ijasah (SKPI).
Sebagaimana diketahui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81 tahun 2014 tentang Ijazah, Sertifikat Kompetensi, dan Sertifikat Profesi Pendidikan Tinggi, dalam Pasal 5 disebutkan bahwa ijasah diberikan kepada lulusan perguruan tinggi disertai paling sedikit dengan Transkrip Akademik dan Surat Keterangan Pendamping ljazah(SKPI). Berdasarkan ketentuan tersebut yang mulai diberlakukan terhitung tanggal diundangkan yaitu 21 Agustus 2014, perlu kesiapan untuk dapat mengimplementasikan ketentuan tersebut kepada mahasiswa yang akan lulus pada semester genap tahun 2014.
Program Permata ini sendiri baru beranggotakan 6 Politeknik Negeri, yaitu Media Kreatif, Semarang, Samarinda, Pontianak, Batam, dan Tual. Ke depan, diharapkan, semua politeknik negeri yang berjumlah 40 ikut tergabung dalam program yang berdiri pada tahun lalu di Politeknik Negeri Pontianak pada September 2014.
Menurut Kunto, pendidikan vokasi atau keahlian tidak lagi dipandang sebelah mata. Gencarnya sosialisasi dan banyaknya lulusan yang langsung bekerja di industri, bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, membuat pendidikan ini banyak diminati. Karenanya, peningkatan kualitas dan kompetensi harus terus ditingkatkan.
Tingginya animo calon mahasiswa memilih pendidikan tinggi di politeknik, terlihat dari program studi yang menjadi pavorit. Untuk di Polines sendiri, program studi yang kerap dibanjiri calon mahasiswa, yaitu, Metode penelitian; English, Meeting, and Presentation; Electronic Marketing; dan MICE. Sementara di Polimedia, program studi yang diminati Desain Grafis, Periklanan, dan Broadcast. (tety)

