JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan pasokan pangan cukup menjelang Ramadan tahun ini. Hal itu ditegaskannya setelah sidak ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
Para pedagang di tingkat grosir, katanya, berjanji tidak akan menaikkan harga hingga lebaran nanti. Saat ini harga bawang merah di tingkat grosir Rp15.000 per kilogram dan cabai sekitar Rp17.000-Rp 18.000 per kilogram.
“Kalau di tingkat grosir tidak naik maka tingkat eceran tidak akan naik,” tegasnya, di sela sidak, Senin (8/6).
Amran pun meminta kepada seluruh pedagang, jangan menaikkan harga karena ada bulan suci Ramadhan. Dengan begitu, pada bulan puasa ini masyarakat bisa menikmati harga bahan pokok yang baik.
“Kalau sampai harga bahan-bahan pokok tersebut naik, pemerintah akan melakukan pasar murah. Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Bulog untuk menggelar pasar murah,” ujarnya.
Upaya lainnya adalah dengan meningkatkan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok dan mengurangi disparitas harga antara wilayah barat dan timur.
Kementerian Pertanian bersama dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perhubungan menggagas untuk membuka jalur perintis angkutan barang kebutuhan pokok dengan rute dan periode yang tetap di 30 pelabuhan di wilayah Indonesia Timur.
“Kami melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan dan Bulog agar angkutan bahan pokok tidak antri lagi di pelabuhan,” tambahnya.
Amran mengatakan, pihaknya saat ini sedang berusaha memperbaiki rantai pasokannya atau tata niaganya. Baginya, impor adalah langkah terakhir.
“Impor adalah pilihan terakhir, semangat Mendag dan saya sama yaitu melindungi produsen dan konsumen. Soal impor, kalau harga naik sedikit jangan langsung impor, impor itu pilihan terakhir. Saya yakin pemerintah juga kompak tidak ingin impor,” katanya.
Ia mencontohkan soal beras yang harganya sempat naik hingga 30 persen di Februari lalu. Banyak pihak menuntut impor agar harga stabil. Tapi nyatanya, pemerintah bertahan dan tidak melakukan impor dengan membenahi alur distribusi.
Ia mengungkapkan bawang merah pada April surplus kurang lebih 17.000 ton dan Mei surplus 9.900 ton. Pasokan dari Brebes, Indramayu, dan Banyuwangi, untuk cabe dan bawang merah.
Karena itu, pembukaan impor diminimalisir sekecil mungkin, bahkan jika perlu ditutup. Terlebih jika petani tengah melakukan panen komoditas tertentu, lantas ada impor untuk komoditas serupa, maka hal tersebut akan sangat melukai petani Indonesia. (tety)
