07/05/2026
Aktual

Smesco Digipreneur Day: Memajukan UKM di Pasar Global

JAKARTA (Pos Sore) – Jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai angka 80 juta orang. Indonesia pun dinobatkan sebagai negara kedelapan dengan pengguna internet terbanyak di dunia. Sayangnya, di tengah perkembangan internet yang melesat di negeri ini, UMKM kita masih terkendala akses informasi.

“Ada dua hal penting yang ingin kami kontribusikan yaitu memajukan UKM dan UMKM dengan semangat digitalisasi dan mengoptimalkan digitalpreuner untuk berkolaborasi memajukan UKM di pasar global,” kata Direktur Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) Kementerian Koperasi dan UKM, Ahmad Zabadi, di Jakarta, Selasa (19/4).

Itu sebabnya, LLP-KUKM menggelar Smesco Digipreneur Day: Content of The Power, di Galeri Indonesia WOW gedung Smesco/RumahKU, Selasa (19/4) dan Rabu (20/4), yang dihadiri oleh para blogger, vlogger, youtuber, fotografer, dan sejumlah marketeer digital lainnya.Kegiatan ini bagian dari sosialisasi dan promosi produk UKM terpilih dari 34 provinsi yang ada di Smesco/RumahKU (Rumahnya Koperasi dan UKM).

“Smesco Digipreneur diharapkan menjadi wadah sekaligus arena bagi kalangan preneur di industry digital agar memiliki kepedulian terhadap produk hasil karya perajin yang ditampilkan di Galeri Indonesia WOW,” tambahnya.

Pihaknya berharap, perkembangan digitalpreneur saat ini dapat memberikan dampak besar terhadap perekonomian Indonesia. Seperti penciptaan lebih banyak lapangan kerja, masuknya investasi, meningkatkan pendapatan ekspor, dan sebagainya.

Selain itu, digitalpreneur diharapkan tetap bisa menjaga identitas budaya nasional dengan menciptakan konten yang menarik, menghibur, mendidik, dan mencerdaskan.

Ahmad Zabadi menambahkan, Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat sebanyak 80% pengguna internet di Indonesia berusia remaja mulai dari 15-19 tahun. Gaya hidup dunia digital masyarakat Indonesia menurut riset Google untuk mengambil foto, pencarian informasi dan komunikasi.

Dibandingkan dengan 8 negara yang diriset Google (Indonesia, Jepang, Australia, Taiwan, Hongkong, Korea, dan Singapura), pengguna gadget Indonesia didominasi aktivitas googling dan belanja online, tentu saja juga hiburan dan travel.

Menurutnya, itu menjadi peluang yang harus kita gerakkan untuk memajukan UMKM Indonesia. Bagaimana promosi produk UMKM kita bisa lebih menyebar dan viral di ranah media social, seperti youtube, instagram, Facebook, Pinterest, twitter, dan blogging.

Di sisi lain, besarnya jumlah anak muda dan usia produktif masyarakat Indonesia saat ini harus terus diasah dan dikelola dengan baik. Mengapa, karena usia produktif senang mengeksplorasi dan kreatif demi eksistensi. Dan, dunia digital memberikan ruang yang sangat luas bagi generasi muda untuk eksplorasi.

“Tidak heran, saat ini bermunculan anak-anak muda kreatif yang menjalani profesi sebagai digitalpreneur. Mereka membuat konten-konten kreatif untuk game, ecommerce, music, dan berbagai aplikasi yang memuat hidup manusia semakin praktis,” ujarnya.

Dia menegaskan, ekonomi digital sejatinya adalah bagaimana membuat segala sesuatu berjalan dengan penuh efiiensi waktu dan biaya, tetapi dampaknya dapat melompati hasil maksimal. (tety)

poster

Leave a Comment