Cardio Neuro Ablation (CNA) pada pasien yang
mengalami syncope/pingsan karena aktivitas saraf vagus yang berlebihan telah dilakukan di Siloam Hospitals TB Simatupang. Tindakan ini yang pertama di Indonesia dan wujud nyata dari kolaborasi multidisipliner.
Pengaruhi kesehatan ginjal
Gangguan jantung juga mempengaruhi kesehatan ginjal. Ahli ginjal Siloam Hospital Tb Simatupang dr. Tunggul Diapari Situmorang, Sp.PD-KGH menjelaskan, jantung mempengaruhi ginjal, begitu juga sebaliknya.
Gangguan pada jantung, seperti gagal jantung, dapat mengurangi aliran darah dan oksigen ke ginjal, merusak fungsinya. Sebaliknya, penyakit ginjal yang tidak terkontrol dapat meningkatkan tekanan darah dan memperburuk kesehatan jantung.
“Gagal jantung dapat menyebabkan suplai darah ke ginjal tidak memadai. Akibatnya, ginjal tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup untuk berfungsi dengan baik, sehingga menurunkan fungsi penyaringan dan pembuangan limbah,” jelasnya.
Gagal jantung juga dapat menyebabkan peningkatan tekanan dalam pembuluh darah, yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan ginjal.
“Ginjal membutuhkan darah kaya oksigen untuk melakukan tugasnya, dan penurunan suplai ini dapat merusak fungsi ginjal seiring waktu,” terangnya.
Karena itu, penting untuk melakukan deteksi dini terutama karena pasien penyakit ginjal kronis memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi jantung.
Diperlukan koordinasi multidisipliner
Hospitals Director Siloam Hospitals TB Simatupang dr. Dewi Wiguna, M.Sc, menambahkan, untuk menjaga organ jantung diperlukan koordinasi dan tindakan multidisipliner — kardiologi-neurologi-renal dan endokrin, yang selama ini berlangsung dengan sangat baik.
Ditunjang dengan tenaga medis yang berkompeten. Selain itu, didukung dengan peralatan medis canggih untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit jantung dan gangguan lainnya yang terkait jantung.
