JAKARTA (Pos Sore) — Kementerian Kesehatan menargetkan Indonesia bebas karies (gigi berlubang) pada 2030. Karies gigi ternyata dapat menjadi sumber infeksi penyakit jantung, gagal ginjal, dan lain-lain.
“Masyarakat belum memahami pentingnya gigi untuk fungsi pengunyahan, bicara dan estetis. Masyarakat menganggap sakit gigi tidak akan menyebabkan kematian,” kata drg. Kartini Rustandi, M.Kes, Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar Kemenkes pada acara temu media ‘Bulan Kesehatan Gigi Nasional Tahun 2015’, di Kemenkes, Selasa (22/9).
Sesungguhnya, ungkap dia, angka menyikat gigi masyarakat meningkat (93,8%) hanya saja cara menyikat gigi yang baik dan benar masih rendah. Angkanya hanya 2,3%. Itu sebabnya, karies gigi masih saja terjadi.
“Sikat gigi yang benar itu sesudah makan makan pagi dan sebelum tidur malam. Selama ini kebiasaan menyikat gigi dilakukan pada saat mandi atau bangun tidur. Jadi, walau rajin sikat gigi tetapi cara dan waktunya yang salah, karies gigi tetap terjadi,” tambahnya.
Menyikat gigi adalah kebiasaan pelihara diri kesehatan gigi yang mudah dilakukan setiap orang. Agar manfaat terjaganya kebersihan mulut dan terhindar dari karies gigi dapat diperoleh, setiap orang perlu memiliki perilaku benar menyikat gigi.
Perilaku benar menyikat gigi didefinisikan sebagai menyikat gigi setiap hari, sesudah makan pagi dan sebelum tidur malam, serta menggunakan pasta gigi mengandung flour.
Dari survey Riskesdas 2007 dan Riskesdas 2013, diketahui penduduk usia 10 tahun ke atas, belum berperilaku benar dalam menyikat gigi, meski sebagian besar penduduk Indonesia menyikat gigi setiap hari, namun yang melakukan secara benar sesudah makan pagi dan sebelum tidur malam masih sangat rendah.
Maka tak heran, jika 60%-90% karies menjadi masalah bagi anak sekolah. Sekitar 55% anak sekolah kelas 1 SD sudah memiliki rata-rata 3 lubang karies. Sebanyak 76,5% anak berumur 12 tahun terganggu sekolahnya karena sakit gigi selama rata-rata 3,86 hari/tahun.
Dikatakan, dampak kesehatan gigi dan mulut pada anak berpengaruh pada status gizi, intelegensi, dan masa depan anak. (tety)
